Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bus yang Masuk ke Terminal Induk Kudus Menurun, Penyebabnya Dievaluasi

 

MURIANEWS, Kudus – Jumlah bus yang masuk ke Terminal Induk Jati Kudus kembali menurun sejak awal pekan ini. Padahal di pekan sebelumnya, jumlah bus yang masuk mulai meningkat seiring dengan adanya new normal.

Kepala Terminal Induk Jati Kudus Reno Adi Pribadi mengatakan, baik bus antarkota antarprovinsi (AKAP) maupun antarkota dalam provinsi (AKDP) memang mengalami penurunan.

Reno merincikan, berdasar data yang dimiliki pihaknya, penurunannya, bisa sampai 65 bus per hari. “Sedangkan rata-rata bus per hari yang masuk terminal di angka 80 bus,” katanya, Jumat (9/10/2020) sore.

Untuk jenis bus yang mendominasi, kata dia, memang masih didominasi bus AKAP. Sementara bus AKDP masih minim.

“Jumlah bus AKDP yang masih beroperasi hanya ada enam unit, meliputi trayek Kudus-Semarang, Kudus-Purwodadi, dan trayek Semarang-Lasem-Pati,” rincinya.

Soal penyebab turunnya jumlah bus yang masuk, pihaknya masih melakukan evaluasi. Karena memang belum diketahui penyebab turunnya jumlah armada bus yang masuk ke terminal.

“Karena jumlah penumpangnya masih terlihat seperti sebelumnya, walau memang masih naik turun,” tambahnya.

Sementara dalam masa pandemi corona ini, setiap awak angkutan penumpang yang masuk ke Terminal Induk Jati Kudus diimbau untuk mematuhi protokol kesehatan.

Mulai dari memakai masker, rajin mencuci tangan ketika turun di terminal, hingga menjaga jarak dan tidak membuat kerumunan.

“Kami sediakan tempat cuci tangan di sejumlah titik,” jelas dia.

Sementra Afandi, kondektur Bus Harapan Kita Jurusan Surabaya-Semarang Afandi mengaku jumlah penumpang yang memanfaatkan angkutan penumpang memang masih belum stabil.

Ia mencatat, rata-rata penumpang yang diangkut dari Surabaya ke Semarang berkisar 60 persen dari total jumlah tempat duduk tersedia.

“Kadang naik, kadang turun, tapi sudah ada peningkatan setelah bus penumpang boleh beroperasi,” kata dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...