Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pendataan Banpres Rp 2,4 Juta Tahap Dua Diperpanjang, Usaha Mikro di Kudus yang Belum Dapat Bisa Mengajukan

MURIANEWS, Kudus – Pendataan program Bantuan Presiden (Banpres) atau bantuan pelaku usaha mikro (BPUM) tahap dua senilai Rp 2,4 juta diperpanjang hingga bulan November 2020. Sebelumnya pendaftaran program bantuan tersebut ditutup pertengahan September 2020 lalu.

Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM (DisnakerPerinkopUKM) Kabupaten Kudus kini tengah melakukan pendataan kembali para pelaku usaha mikro yang ingin mengajukan bantuan tersebut.

Kabid Koperasi dan UKM Disnaker Perinkop UKM Kudus Rofiq Fachri mengatakan, pihaknya telah mendapatkan surat edaran dari Kementerian Koperasi dan UKM RI tertanggal 6 Oktober 2020 dengan Nomor 491/SM/X/2020.

“Di surat tersebut berisi tentang perpanjangan BPUM hingga November, dengan catatan selama kuota belum terpenuhi. Sebab, dari total kuota sebanyaak 12 juta pelaku usaha (se-Indonesia) masih kurang sekitar tiga juta kuota yang masih belum terpenuhi,” katanya, Jumat (9/10/2020).

Pihaknya sendiri sudah mulai melakukan pendataan semenjak Kamis (8/10/2020) kemarin. Dan akan menutup pendataannya sekitar pertengahan November.

“Sebab kami juga memerlukan waktu untuk mengumpulkan dan merekap semua data yang masuk. Setelah itu baru mengirimkannya ke pusat. Kalau persyaratanya masih sama, di antaranya pemohon memiliki tabungan kurang dari Rp 2 juta dan tidak sedang menerima pinjaman atau kredit dari perbankan,” jelasnya.

Dari pantauan MURIANEWS di lapangan, warga nampak sudah mulai mendatangi Kantor Disnaker Perinkop UKM untuk mengajukan permohonan program BPUM. Salah satunya yakni Rofiqoh Noor Maulida (21) warga Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus.

Ia mengaku, mengetahui bahwa ada perpanjangan pendataan dari saudaranya. Sebelumnya juga sudah sempat mendengar kalau sudah ditutup. Menurutnya, yang mengajukan di program ditahap pertama kemarin sudah ada yang dapat bantuan.

“Yang pertama kemarin sudah ada yang dapat. Saya jualan camilan seperti mi lidi. Baru kali ini mengajukan, karena kemarin mendengar sudah ditutup. Alhamdulillah sekarang dibuka lagi, karena memang pandemi ini sangat berpengaruh,” tandasnya.

 

Reporter : Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...