Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

CEK FAKTA: Demo Tolak Omnibus Law di Gedung DPRD Kudus Berakhir Ricuh

MURIANEWS, Kudus – Beredar sebuah video aksi pengamanan seorang demonstran dalam aksi unjuk rasa penolakan Omnibus Law oleh aparat kepolisian. Dalam video tersebut, seorang demonstran nampak diamankan kemudian mendapat sejumlah pukulan dari sejumlah aparat kepolisian.

Narasi yang beredar, kejadian tersebut terjadi di Kabupaten Kudus ketika terjadi aksi demonstrasi penolakan Omnibus Law di Gedung DPRD Kabupaten Kudus, Kamis (9/10/2020) kemarin.

MURIANEWS, mencoba melakukan cek fakta terkait hal tersebut. Di mana hasilnya, kejadian tersebut bukanlah terjadi di Gedung DPRD Kabupaten Kudus.

Satu yang paling mencolok, adalah ornamen merah bangunan yang tergambar dalam video tersebut. Gedung DPRD Kudus memang memiliki tangga yang hampir sama dengan di video. Namun tidak memiliki ornamen seperti yang ada di dalam video berdurasi 30 detik tersebut.

Video tersebut sebenarnya sempat beredar di sejumlah akun sosial media di platform Twitter dan sempat jadi trending. Di mana disertakan tulisan memohon doa untuk keselamatan para demonstran.

Baca: Botol dan Kayu Beterbangan Hingga Aksi Bakar Sampah Warnai Demo di Kudus

Demo di Kabupaten Kudus sendiri, memang sebenarnya sempat diwarnai aksi pembakaran sampah dan spanduk.

Tak hanya itu, massa juga sempat melempar sejumlah benda ke arah polisi yang mengawal ketat pintu utama DPRD Kudus. Mulai dari botol minuman, hingga ranting besar pepohonan sekitar juga turut dilemparkan.

Beruntung, aksi tersebut tidak bertahan lama. Koordinator aksi dan sejumlah orang lainnya turut meredam amarah dari massa.

Demonstran, juga sempat mencoba merangsek masuk. Namun sekali lagi bisa diredam oleh sejumlah korlab. Sementara di akhir aksi, salah satu pendemo naik dan merusak banner bergambar foto-foto anggota DPRD Kudus.

Massa akhirnya membubarkan diri setelah sejumlah anggota DPRD Kudus menandatangani perjanjian terkait penolakan UU Omnibus Law tersebut dan meneruskannya ke pusat. Tanda tangannya sendiri disertai dengan cap basah DPRD Kudus.

Dari hasil penelusuran, video itu terjadi di kompleks DPRD Provinsi Lampung Rabu (7/10/2020), dalam aksi tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Sehingga narasi yang menyertai viralnya video itu dengan menyebutkan terjadi di DPRD Kudus adalah keliru.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...