Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Mengira Tertular Covid-19, Bapak di Kudus Diduga Bunuh Anaknya Lalu Coba Bunuh Diri

MURIANEWS, Kudus – Warga Desa  Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kudus digegerkan dengan dugaan percobaan bunuh diri seorang pria berinisil EG (48). Bahkan EG melibatkan anak keduanya berinisial IIM yang masih duduk di bangku SMP dan saat ini anaknya dinyatakan telah meninggal dunia.

Diduga pria ini membunuh anaknya terlebih dahulu baru kemudian mencoba mengakhiri hidupnya. Penyebabnya, diduga depresi karena mengira tertular virus corona.

Tetangga korban Any Firgiyanti (42) mengatakan peristiwa itu diketahui sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu istri dan anak pertama baru pulang.

Mereka kaget saat mendapati kedua korban tergeletak dan bersimbah darah.

“Posisi EG waktu itu sudah tergeletak di depan kamar ada darah banyak. Ditemukan juga pisau yang tergeletak. Anaknya waktu itu posisi tergeletak di kursi dan lehernya terlilit sarung,” katanya saat ditemui di TKP, Kamis (8/10/2020).

Ia mengatakan, saat ia datang ke lokasi, kondisi rumah sudah ramai orang dan kedua korban masih tergeletak. Karena belum ada yang menghubungi ambulans, sehingga ia berinisiatif  menghubungi petugas dari BPBD Kudus.

“BPBD datang sekitar 17.30 WIB. Yang dibawa ke RSUD bapaknya dulu karena masih hidup, bapaknya ini dirawat di UGD RSUD. Kalau anaknya (IIM) sudah meninggal,” ucapnya.

Baca: Tinggalkan Surat Wasiat, Bapak di Kudus yang Coba Bunuh Diri Minta Dikubur Satu Liang dengan Anaknya

Menurutnya, korban melakukan percobaan bunuh diri dan mengajak anaknya, karena diduga depresi. Penyebabnya, mengira dirinya dan anaknya tertular corona.

“Anaknya kan sesak napas itu dikira covid juga oleh bapaknya. Informasi dari istrinya, EG itu menganggap tertular Covid -19 padahal tidak. Kepala Puskesmas Ngembal Kulon juga bilang tadi pagi EG minta di-swab, padahal sudah pernah di-swab dan hasilnya negatif,” jelasya.

Keluarga korban menurutnya merupakan keluarga yang tertutup. Ia juga mengatakan IMM saat ini baru duduk di bangku kelas VII SMP di Bae Kudus.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...