Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Tiga Buku Catatan Raja Kretek Kudus Nitisemito Masih Dikaji Keasliannya

MURIANEWS, Kudus – Museum Kretek Kudus tengah mengkaji tiga buku catatan milik raja kretek dari Kudus Nitisemito untuk dijadikan koleksi baru di Museum Kretek. Ketiga buku tersebut yakni buku Catatan Akuntansi Nitisemito, Buku Abon yang berisi jenis jenis tembakau, serta Buku Kartu Abon yang berisikan kartu pekerja Nitisemito.

Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya Yusron mengatakan, ketiga buku tersebut didapatkan tahun lalu dari pihak yang bukan ahli waris Nitisemito. Sehingga menurutnya, harus dikaji dahulu keasliannya. Pengkajiannya sendiri dilakukan dengan dibantu ahli dari Museum Ranggawarsita Semarang.

“Kami mendapatkan buku itu, bukan dari ahli warisnya. Yang catatan akuntasi kiriman dari Belanda tahun lalu. Yang dua buku lainnya didapatkan dari peralihan PPRK ke Museum Kretek,” katanya, Kamis (8/10/2020).

Ia menyatakan, ketiga buku tersebut telah dikirimkan kepada ahlinya di Museum Ranggawarsita akhir september lalu. Pihaknya juga belum bisa memastikan kapan pengkajian tersebut akan selesai.

Jika nantinya buku itu dinyatakan asli, pihaknya akan menghubungi ahli waris keluarga Nitisemito, untuk meminta izin agar ketiga buku tersebut menjadi koleksi baru di Museum Kretek.

“Kami juga akan seminarkan dulu. Saat ini jumlah koleksi peninggalan Nitisemito di Museum Kretek ada sekitar 20 buah, terdiri dari blankon, mesin ketik, foto-foto, jam saku, jam dinding dan masih banyak lagi,” jelasnya.

Baca: Menengok Sejarah Kretek di Kudus, Bermula dari Obat Sesak Napas Haji Djamhari

Sembari menunggu proses ketiga buku milik Nitisemito, lanjut Yusron, ruang display Nitisemito yang berada di sebelah kiri pintu masuk Museum Kretek juga telah ditata ulang, kotak display untuk ketiga buku tersebut juga telah disiapkan. “Tempat display sudah kami persiapkan slot kosong,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...