Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ganjar Jenguk Demonstran di Mapolrestabes, Ada yang Ngaku Hanya Ikut-Ikutan

MURIANEWS, Semarang – Sejumlah orang yang ikut dalam aksi demontrasi yang ricuh di depan Kantor DPRD Jateng, Rabu (07/10/2020) diamankan di Mapolrestabes Semarang. Mereka yang diamankan, merupakan orang-orang yang melakukan aksi anarkis dalam aksi demontrasi itu.

Beberapa di antaranya ada sejumlah pelajar yang ikut diamankan. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, malam tadi menjenguk mereka di Mapolrestabes Semarang.

Ganjar datang sendirian sekitar pukul 22.00 WIB. Ia terlihat duduk lesehan dan berbincang dengan sejumlah siswa dan buruh yang diamankan. Sesekali, Ganjar juga mencairkan suasana tegang dengan guyonannya.

Dalam perbincangan itu, ada beberapa siswa yang mengaku kepada Ganjar hanya ikut-ikutan aksi demo. Ketika ditanya tuntutan demo, para siswa mengaku tak tahu.

“Bangun tidur, di rumah sepi lihat handphone status pada ramai demo terus ikut. Gak tahu demo apa. Tahunya demo RUU, gak tahu isinya apa,” kata para siswa itu saling sahut saat ditanya Ganjar.

Ganjar juga menghampiri kelompok buruh dan mengobrol cukup lama. Mereka mengaku ikut demo karena takut tidak diberi pesangon ketika di PHK.

Namun para buruh yang ditanya Ganjar mengaku belum membaca naskah RUU Omnibus Law Cipta Kerja secara utuh. “Ya saya hanya baca dari share-sharean teman,” kata salah satu buruh.

Tak hanya tentang demo, Ganjar juga mengajak bicara soal kondisi ketenagakerjaan. Seorang buruh di perusahaan ekspedisi mengaku gajinya di bawah UMK. Ada juga karyawan warung kopi yang gajinya dipotong karena kondisi sulit di masa pandemi.

Ganjar juga sempat meminta nomor telpon beberapa pimpinan perusahaan tempat para buruh bekerja. Namun saat ditelepon Ganjar, nomor pimpinan perusahaan buruh itu tak merespon.

Baca: Gerbang Pemprov Jateng Roboh Diterjang Demonstran, Polisi dan Pers Kampus Terluka

Ganjar sempat bercanda mengajak para pendemo membersihkan area gerbang DPRD Jateng dan taman yang rusak akibat demo itu. Di luar dugaan sejumlah buruh menyambut baik ajakan itu.

Ganjar mengatakan, aksi demo yang merusak sebenarnya bisa dihindari jika mau mengedepankan komunikasi. Ia terutama prihatin pada siswa SMA/SMK yang turut terlibat, padahal mereka tidak tahu substansi yang disuarakan.

“Ini anak-anak kita lebih baik kan diedukasi secara benar, karena SMA/SMK ini kan tanggung jawab saya, tanggung jawab propinsi, sehingga kalau anak-anak itu sebenarnya kita bisa memberikan fasilitas,” ucap Ganjar.

Ganjar menjelaskan, sejak awal juga mendorong agar pemerintah pusat dan DPR melakukan sosialisasi dan desiminasi untuk mengedukasi masyarakat tentang isi UU Omnibus Law tersbut.

Menurutnya, jika sejak awal hal itu dilakukan maka keributan seperti di Semarang ini tidak sampai terjadi dan siswa SMA/SMK tidak turut terlibat.

“Jika ada warga yang tak setuju coba komunikasi. Kalau kemudian masih tetap tidak bisa, ya judicial review aja, kan semuanya jadi tertib. Kalau kemudian merusak dan ada anak-anak saya anak SMA kan kashian,” tandasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...