Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Belik Suro Peninggalan Wali Agung di Kudus Sudah Direhab, Tapi Akses Jalan Masih Sulit

 

MURIANEWS, Kudus – Bangunan bersejarah Belik Suro yang terletak di Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, Kudus sudah selesai direhab. Bangunan itu merupakan peninggalan Muhammad Syarif, Wali Agung yang menyebarkan Islam di Kudus bagian utara.

Belik itu menjadi potensi wisata di Desa Padurenan. Namun, untuk akses jalan menuju lokasi masih cukup sulit.

Pada 24 Juni 2020 lalu, Belik Suro selesai direhab. Biayanya mencapai Rp 43 juta. Itu untuk membangun fondasi hingga bagian atap Belik Suro. Bangunan itu kini menjadi tujuan wisata masyarakat.

Biasanya digunakan untuk mandi saat satu Sura. Airnya diklaim tidak pernah kering kendati memasuki musim kemarau. Bahkan salah satu mata air Banyu Panguripan diambil dari Belik Suro ini.

Satu hal yang menjadi perhatian untuk menuju bangunan Belik Suro ini yakni akses jalannya.

Untuk menuju ke belik ini, bisa diakses lewat jalan tikus. Jalan yang dilalui masih berupa bebatuan dan tanah. Tidak dapat dilintasi dengan mobil.

Untuk menuju ke sana, bisa dimulai dari Masjid Asy-Syarif II Desa Padurenan menuju ke arah barat sekitar 50 meter.

Dari situ Belik Suro sudah terlihat. Tepatnya di Desa Padurenan RT IV, RW II. Di kanan kiri belik tersebut terdapat pohon bambu.

Salah seorang warga Desa Padurenan, Mohammad Qomarul Adib mengatakan jika belik itu rencananya akan digunakan sebagai tempat wisata.

”Kalau bangunannya sudah direhab dua bulan lalu. Kalau akses jalannya denger-denger mau dibangun tahun ini,” katanya, Rabu (07/10/2020).

Qomar menambahkan, air di Belik Suro itu memang tidak pernah kering.

Terpisah, Kepala Desa Padurenan Thoni Hermawan mengatakan pihaknya berencana membangun akses jalan tahun ini. Dana yang digunakan berasal dari swadaya masyarakat.

”Rencananya tahun ini. Perkiraan biaya pembuatan akses jalan sekitar Rp 100 juta,” jelasnya.

Menurut Thoni, ada dua opsi pembangunan jalan untuk menuju Belik Suro itu. Yakni jalan di sisi sebelah selatan atau di sisi sebelah barat.

”Rencananya tahun ini dan berlanjut sampai tahun depan. Masih kami rapatkan juga dengan masyarakat,” imbuhnya.

 

Reporter: Vega Ma’arijil Ula
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...