Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Serapan APBD Kudus 2020 Ternyata Baru 56,36 Persen, Ini Penyebabnya

MURIANEWS, Kudus – Serapan APBD tahun 2020 di semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Kudus hingga September, baru mencapai 56,36 persen.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Kudus Eko Djumartono mengatakan, adanya refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19 jadi salah satu penyebab kenapa serapan terbilang masih sedikit.

Eko menyebut seharusnya, ketika memasuki bulan kesembilan, penyerapan anggaran bisa jauh lebih besar. ”Karena ada refocusing kemarin, sehingga serapannya baru 56,36 persen,” kata Eko Rabu (7/10/2020).

Adanya refocusing anggaran, lanjut dia, berimbas pada penundaan lelang proyek kegiatan di sejumlah OPD. Sehingga penyerapan anggarannya juga masih kecil. Karena pekerjaan dimungkinkan baru dimulai dan belum ada penyerapan anggaran.

“Meskipun ada tahapan pencairan dari pihak ketiga, terkadang mereka mencairkannya sekalian setelah pekerjaan selesai,” lanjut dia.

Dua OPD yang paling banyak penundaannya sendiri, kata dia, adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora).

Untuk Dinas PUPR, rinci dia, total anggaran belanjanya sebesar Rp 119,45 miliar. Sedangkan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga sebesar Rp 642,69 miliar.

Kegiatan fisik di Disdikpora yang membutuhkan anggaran besar, yakni pembangunan tribun sdi Stadion Wergu Wetan. Pembangunan memang sudah mulai, namun persentasenya juga masih kecil.

Demikian halnya di Dinas PUPR yang memiliki proyek jalan dan jembatan serta drainase juga belum banyak yang selesai.

“Karena itulah realisasinya masih rendah. Dinas PUPR baru 28,43 persen, Disdikpora ada 53,74 persen,” ungkapnya.

Oleh karena itu menurutnya, penyerapan anggaran saat ini belum bisa menjadi tolok ukur bahwa pelaksanaan program pembangunan belum jalan.

Hal tersebut dikarenakan telah banyak program kegiatan yang terlaksana, namun pencairannya belum dilakukan.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...