Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bolit, Boneka Lilit Berbahan Limbah dari Kudus yang Bernilai Seni Tinggi

 

MURIANEWS, Kudus – Di Desa Jurang RT 2 RW 2, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, terlihat seorang pria bernama Edi Purwanto (42) tengah membuat kerajinan bernilai jual dan seni tinggi. Kerajinan tersebut dinamai dengan sebutan Bolit atau boneka lilit.

Bolit terbuat dari bahan dasar utama yakni limbah kertas filter rokok yang sudah tidak terpakai, kawat, dan juga lem untuk perekat. Diceritakannya, usaha sampinganya tersebut sudah ditekuni semenjak tahun 2017.

“Awal dulu saya buat tali pegangan untuk tas kertas, saat itu banyak bahan untuk tali itu yang tidak terpakai. Daripada terbuang, saya manfaatkan untuk membuat boneka lilit ini,” kata pria yang juga Ketua Pokdarwis Desa Jurang, Selasa (6/10/2020).

Cara pembuatanya pun menurutnya tak terlalu sulit. Dengan membuat pola boneka dengan kawat, kemudian mengambil kertas limbah filter rokok yang sudah dilinting menjadi tali. Setelah itu baru dililitkan ke kerangka kawat dan direkatkan dengan sebuah lem.

Sesuai dengan namanya (boneka lilit), Lanjut Edi, ia awalnya hanya membuat dengan karakter-karakter boneka saja. Namun, seiring berjalannya waktu, ia menggabungkan karakter-karakter tersebut dengan bahan-bahan limbah lain yang bisa digunakan.

“botol minuman, kendi rijek (pecah/rusak), batu, dan ranting-ranting tanaman. Nanti ya bisa jadi boneka lilit yang ada fungsinya menjadi gantungan kunci, asbak, tempat korek, pigura foto, dan juga sebagai pajangan dinding,” ujarnya.

Edi Purwanto (42) dan tetangganya, sedang membuat boneka lilit (MURIANEWS/Yuda Auliya Rahman)

Dalam sehari, ia bisa memproduksi sekitar 60 buah bolit. Dalam sehari ia bisa menjual 10 hingga 15 karakter bolit. Penjualanya pun tak hanya di pasar lokal, bahkan hingga magelang, Jakarta, bahkan sampai Jepang.

“Sampai ke Jepang itu pas tahun 2018, pas ada even karya seni Borobudur Art. Kalau pemasaran saat ini masih dari mulut ke mulut, rencananya awal dulu memang buat ini sebagai suvenir untuk paket wisata di Desa Jurang. Tapi sekarang, yang pesan untuk suvenir pernikahan juga banyak,” jelasnya.

Keterampilan tangannya, dalam membuat bolit juga diajarkan kepada anak-anak di sekitar rumahnya. Menurutnya, karena saat ini pandemi anak-anak sering di rumah bahkan waktunya banyak digunakan bermain game, lantas ia mengajaknya untuk melakukan hal yang lebih bermanfaat.

“Membuat kreasi seperti ini mungkin lebih bermanfaat. Dan itu bisa melatih kemandirian anak dan tidak minta uang jajan ke orang tuanya. Setiap hasil yang mereka buat akan saya kasih uang jajan untuk mereka,” ujarnya.

Harganya sendiri cukup terjangkau mulai dari Rp 7 ribu hingga Rp 200 ribu tergantung bentuk dan ukuranya. Sementara jika untuk suvenir ia mematok harga yang berbeda karena biasanya ukuranya lebih kecil dan pesannya lebih banyak.

“Yang ingin memesan bisa langsung menghubungi kontak saya 081225800455, mau dibuat gantungan kunci, asbak, pigura semua bisa,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...