Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Puluhan Objek Diduga Cagar Budaya Ditemukan di Jalur Tol Solo-Yogya

MURIANEWS, Klaten – Sebanyak 40an objek diduga benda cagar budaya (OBCB) dan satu Yoni ditemukan di desa-desa yang terdampak jalan tol Solo-Yogya.

Temuan tersebut didapat setelah Tim Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) menyisir desa-desa yang terkena tol tersebut.

Penelusuran ODCB yang dilakukan Disparbudpora Klaten bersama Klaten Heritage Community (KHC) dilakukan sejak 24 September 2020 di 27 desa yang dilewati tol.

Dari puluhan desa tersebut, letak ODCB berada di beberapa titik. Beberapa ada yang berdekatan dengan titik terluar sehingga dikhawatirkan menimbulkan kerusakan saat proyek pembangunan berlangsung.

Hanya, ada juga ODCB yang berdekatan bahkan berada pada jalur tol. Namun jumlahnya lebih sedikit. Salah satunya yoni yang berada di area persawahan Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo.

Di dekat yoni tersebut, ada gundukan tanah yang di dalamnya berisi tumpukan batu bata merah berukuran besar serta ribuan batu bolder.

Sementara, ada beberapa lokasi yang ODCB dan situs yang berada berdekatan dengan titik terluar trase tol. Seperti situs Wonoboyo di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan.

Di lokasi itu pernah ditemukan artefak emas dan perak pada 1990an yang kini disimpan di Museum Nasional. Di dalam tanah kawasan situs itu diperkirakan masih menyimpan ODCB lain.

Kabid Kebudayaan Disparbudpora Klaten, Budi Yuli Susilowati, mengatakan lokasi yang pernah ditemukan perhiasan kuno itu berjarak sekitar 30 meter dari titik terluar jalan tol.

“ODCB yang berada di dekat dengan trase tol itu dikhawatirkan bisa rusak saat proses pembangunan terutama ketika digunakan untuk lalu lalang kendaraan,” jelas seperti dikutip Solopos.com, Senin (5/10/2020).

Susi menjelaskan hasil penelusuran ke desa-desa terdampak proyek tol Solo-Jogja itu bakal disampaikan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalan tol Solo-Jogja.

Hasil itu diharapkan bisa menjadi bahan kajian agar proyek pembangunan jalan tol tak merusak atau bahkan menghilangkan potensi ODCB yang berada di sepanjang trase tol.

“Kami sudah minta ke PPK seandainya ternyata saat proyek pembangunan berlangsung ditemukan ODCB, kami minta agar segera menginformasikan ke dinas untuk dilakukan pengamanan,” jelas dia.

Terkait ODCB yang berada pada ruas jalan tol di wilayah Keprabon, Susi menjelaskan Disparbudpora Klaten sudah melayangkan surat ke BPCB Jateng. Dalam surat itu, Disparbudpora mengajukan izin peminjaman alat ground penetrating radar (GPR) untuk memastikan apakah masih ada potensi ODCB yang terpendam di dalam tanah sebelum ODCB berupa yoni dipindahkan.

Analis Kebudayaan Disparbudpora Klaten, Avi Elsatyawira, mengatakan dari hasil penelusuran yang dilakukan, mayoritas ODCB berada di pinggir jalan.

Terkait kondisi itu, sejumlah warga sempat menginginkan agar ODCB yang tak terawat bisa dibawa oleh tim untuk diamankan. Namun, Disparbudpora terkendala tempat penyimpanan ODCB tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disparbudpora Klaten, Sri Nugroho, mengatakan selain ke BPCB, hasil penelusuran itu juga bakal dilaporkan ke pemkab. Terkait banyaknya temuan ODCB di Klaten termasuk yang berada di desa-desa terdampak tol, Nugroho berharap warga bisa ikut menjaga dan merawat ODCB tersebut.

“Kami imbau agar masyarakat segera melaporkan ke dinas jika di wilayah mereka ada aset berupa ODCB,” kata Nugroho.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...