Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kampung Budaya Piji Wetan Kudus Berhasil Sabet Dua Penghargaan dari Kemendikbud

MURIANEWS, Kudus –  Kampung Budaya Piji Wetan Desa Lau, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus berhasil menyabet gelar juara II kategori narasi dalam lomba cerita budaya desaku yang dihelat oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Selain itu, karya yang ditampilkan juga masuk dalam kategori 30 karya terpilih dari ratusan karya yang dikirim dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam lomba ini Kampung Budaya Piji Wetan menyuguhkan karya teater yang menceritakan tentang budaya kampung di sana dan ajaran Sunan Muria.

Kemendikbud sendiri mengambil tema “Potensi Budaya Desaku dan Pengembangannya” dalam program ini. Pembuatan karya Kampung Budaya Piji Wetan tersebutdigarap dalam waktu sekitar dua pekan.

“Pengambilan gambar, editing sampai selesai membutuhkan waktu dua pekan. Pengumumannya 1 Oktober 2020 lalu. Selain mendapatkan penghargaan II kategori narasi, kami juga berhasil menjadi salah satu dari 30 karya yang terpilih,” kata Muchammad Zaini, salah satu penggagas Kampung Budaya Piji Wetan, Selasa (6/10/2020).

Ia menceritakan, 30 karya terpilih mendapatkan hadiah dana pemberdayaan sebesar Rp 50 juta. Sementara penghargaan II kategori narasi sebesar Rp 3 juta.

Pihaknya sendiri saat itu mengangkat tema dua ajaran Sunan Muria dalam cerita yang mereka usung. Yakni Topongeli dan Pager Mangkok.

“Topongeli ajaran Sunan Muria yang berati tapa tapi ora keli (bertapa tapi tidak hanyut). Terus yang satu Pager Mangkok itu karena dulu Mbah Sunan (Sunan Muria) itu mengajarkan untuk memperbanyak bersedekah,” jelasnya.

Melalui dua ajaran peninggalan dari Sunan Muria tersebut, karya yang digarap bersama rekannya Ulul Azmi serta dukungan seluruh warga desa, terbukti sukses mengangkat potensi budaya Desa Lau, khusunya Kampumg Budaya Piji Wetan.

Sementara itu, Ulul Azmi mengungkapkan jika ke depan pihaknya memiliki program yang bernama Pasar Ampiran. Pasar tersebut digelar satu bulan sekali sebagai tindak lanjut atas program Kampung Budaya.

“Jadi setiap bulan ada pasar kampung budaya (Pasar Ampiran). Nanti ada kelas-kelas budaya, ada bedah buku, pementasan dari pihak desa dengan cerita-cerita desa di kampung Muria ini,” jelasnya.

Kang Citul sapaan akrabnya, menambahkan hadiah dari penghargaan karya Kampung Budaya Piji Wetan dapat ia gunakan untuk merealisasikan program Pasar Ampiran tersebut.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...