Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Gajah Mungkur Muria Tama, Klub dari Kudus yang Bikin Raksasa Pelita Jaya Nelangsa di Galatama

MURIANEWS, Kudus – Kabupaten Kudus pernah memiliki satu klub sepak bola kebanggan, selain Persiku Kudus. Adalah Gajah Mungkur Muria Tama yang dua musim berlaga kompetisi Galatama 1989 hingga 1992.

Galatama sendiri merupakan satu kompetisi disamping perserikatan. Gajah Mungkur Muria Tama sering disebut klub dari udik yang berani menantang klub-klub raksasa.

Untuk diketahui, ada sejumlah klub yang berlaga di kompetisi ini. Mulai dari Pelita Jaya, Arseto Solo, Semen Padang, Arema, Barito Putera, Semen Padang, Minyak Mitra. Ada juga Bentoel Galatama, Gelora Dewata 89, Putra Mahakam, Bogor Jaya, Aceh Putra Galatama, dan Assyabaab.

Salah satu pemain Gajah Mungkur yang juga jadi legenda di klub tersebut, Sutamto pun menceritakan betapa bangganya bisa menjegal klub sekelas Pelita Jaya saat itu.

Para penggawa Gajah Mungkur Muria Tama 1992. (MURIANEWS/Istimewa)

Terlebih, pelita Jaya merupakan klub bertabur bintang seperti Bambang Nurdiansyah, Bonggo Pribadi, I Made Pasek, dan sejumlah pemain bintang lainnya, gagal juara.

“Saat itu main di Stadion Wergu Wetan, kalau tidak salah 9 Febuari 1992,” kata dia yang saat ini berdomisili di Desa Tumpang Krasak, Kecamatan Jati, Kudus, Senin (05/10/2020).

Pelita Jaya sendiri, kata dia, saat itu harus menyapu bersih tur Jawa Tengahnya. Sehingga bisa mengancam calon juara saat itu, Arseto Solo.

Sutamto bercerita, di awal kedatangan para pemain Pelita Jaya di Stadion Wergu Wetan Kudus, mereka hanya melakukan pengecekan lapangan saja. Dengan pakaian santai tanpa mengadakan latihan.

“Saat itu anak-anak mengintip dari mes yang kebetulan ada di bawah tribun, mereka santai sekali ya, tapi anak-anak tidak minder,” kata dia.

Saat memasuki pertandingan, di tengah penonton yang riuh memadati stadion, Gajah Mungkur Muria Tama sempat digempur pertahanannya. Namun, lanjut Tamto, ada momen di mana Gajah Mungkur berhasil melakukan serangan balik.

“Saat itu, ada crossing dari belakang, saya yang striker langsung menyambut dengan sundulan dan gol. Semua penonton riuh, kami menang 1-0,” ceritanya.

Momen tersebut pun jadi momen yang tak pernah dia lupakan. Walau setelahnya, Gajah Mungkur harus mengakhiri perjalanannya di kompetisi Galatama, karena habisnya kontrak sengan sponsor dan dia pindah ke sejumlah tim lainnya. “Itu tetap saya ingat, sampai sekarang pun itu jadi kenangan manis,” katanya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...