Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Mengenang Gajah Mungkur Muria Tama, Kebanggaan Wong Kudus di Era Galatama

MURIANEWS, Kudus – Siapa tak mengenal Persiku Kudus, skuad dengan julukan Macan Muria tersebut hingga kini masih terus eksis di kancah pesepakbolaan Indonesia, walau kini tengah meredup prestasinya.

Namun, pernahkan mendengar klub sepakbola Gajah Mungkur Muria Tama?. Klub ini sempat punya nama di era 1989 hingga 1992.

Klub hasil merger Gajah Mungkur Wonogiri dan Sukun Kudus tersebut terbilang cukup sukses berkiprah di kompetisi Galatama, kompetisi semi profesional saat itu, yang merupakan pioneer kompetisi profesional di Asia.

Ada banyak klub yang bermain di Galatama. Mulai dari Pelita Jaya, Arseto Solo, Semen Padang, Arema, Barito Putera, Semen Padang, Minyak Mitra dan sejumlah klub lainnya.

Salah satu mantan pemain Gajah Mungkur Muria Tama, yang juga merupakan legenda Tim Nasional era 94, Sutamto pun menceritakan pengalamannya. Bagaimana Gajah Mungkur Muria Tama sempat mendapat hati dari warga Kudus saat bermain di Galatama.

“Saat itu Gajah mungkur dapat dukungan dari warga Kudus,” kata dia yang kini berprofesi sebagai guru olah raga di sebuah SMK di Kudus, Senin (5/10/2020) siang.

Dukungan kuat dari sponsor saat itu, yakni PR Sukun pun semakin memuluskan langkah Gajah Mungkur melaju di kompetisi Galatama. Mulai dari mes pemain, fasilitas lapangan, hingga pembiayaan klub semua dicukupi.

“Saat itu semua serba kecukupan, gaji saja tak pernah tanggal 1, tanggal 31 atau 30 sudah terima semua,” kata dia.

Saat itu juga, Gajah Mungkur diberikan investasi empat bus oleh PR Sukun. Yang kemudian dibawa ke Wonogiri untuk dijalankan di sejumlah trayek. Kemudian keuntungannya, bisa untuk operasional tim.

“Bisa dibilang, menjadi pemain Gajah Mungkur Muria Tama itu pemain paling beruntung,” kata dia.

Baca: Gajah Mungkur Muria Tama, Klub dari Kudus yang Bikin Raksa Pelita Jaya Nelangsa di Galatama

Dalam perjalanannya sendiri, walau tak sampai mengangkat piala, Gajah Mungkur Muria Tama punya kenangan manis yang selalu diingat pecinta sepak bola.

Yakni berhasil menjegal Pelita Jaya yang tengah bersaing ketat dengan Arseto Solo dalam merebut trofi piala Galatama di kompetisi 1992.

Secara hitung-hitungan di atas kerta, Gajah Mungkur Muria Tama bukanlah lawan sebanding Pelita Jaya. Namun dalam laga di Stadion Wergu Wetan, Kudus 8 Febuari 1992 itu, Pelita Jaya yang bertabur bintang dipecundangi melalui gol semata wayang dari Sutamto.

Kekalahan Pelita Jaya itu seperti tamparan keras sekaligus mendekatkan Arseto ke tahta kampiun yang akhirnya diraih tim Biru Langit di akhir musim.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...