Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sapi yang Terpanggang di Bacin Kudus Sempat Ditawar Rp 40 Juta

MURIANEWS, Kudus – Sebuah gudang penyimpanan barang bekas dan kandang sapi di tengah pemukiman Desa Bacin RT 1/RW 3, Kecamatan Bae, Kudus, terbakar Sabtu (3/10/2020) sore.

Teriknya cuaca dan banyaknya sampah yang menumpuk pun makin membuat api semakin berkobar. Akibatnya, seekor sapi yang diketahui milik Subakhi pun hangus terpanggang dilahap si jago merah.

Menurut penuturan dari David, salah satu tetangganya, sapi milik Subakhi tersebut sempat ditawar orang dengan mahar Rp 40 juta. Namun oleh Subakhi, belum dilepas. “Malah sekarang terpanggang, sayang sekali,”kata dia.

Awal mula peristiwanya sendiri, kata dia, adalah ketika Subakhi membakar sampah di sebelah gudang. Karena tak diawasi dan dikira telah mati, api justru melahap bangunan semi permanen dengan cepat.

“Kemudian membakar kandang dan memanggang sapinya itu,” ujarnya.

fire Chief Pemadam Kebakaran PT Djarum Kudus Hardi Cahyana mengatakan, pihaknya mendapat laporan sekitar pukul 15.00 WIB. Setelahnya, pihaknya pun langsung bergegas bersama dua unit damkar dan satu mobil tangki.

“Kami langsung bergegas untuk menuju lokasi dan memadamkan api,” ucap dia.

Baca: Gudang dan Kandang di Kudus Terbakar, Seekor Sapi Terpanggang

Dalam pemadamannya sendiri, pihaknya dan sejumlah pemadam kebakaran lainnya seperti milik BPBD Kudus dan Satpol PP sempat kesulitan menjangkau akses yang berada di tengah pemukiman padat penduduk.

“Karena berada di tengah pemukiman, kami harapkan warga memang membantu, untuk mencegah api meluas,” terangnya.

Selain itu, banyaknya sampah ban yang terbakar juga membuat kobaran api sulit dipadamkan. Sehingga butuh air ekstra untuk memadamkannya.

Oleh karena itu, tambah dia, pihak damkar menggunakan strategi untuk mengurai tumpukan kebakaran. “Karena inilah kami berharap masyarakat setempat bisa membantu proses pemadaman,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...