Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sebelum Pandemi, Pengunjung Api Abadi Mrapen Grobogan Capai 3.000 Orang Tiap Bulan

MURIANEWS, Grobogan – Sebelum ada pandemi Covid-19, keberadaan objek wisata Api Abadi Mrapen ternyata cukup menjadi daya tarik bagi wisatawan. Indikasinya, cukup banyak orang yang datang ke lokasi wisata di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Grobogan tersebut.

“Sebelum pandemi, lokasi wisata ini masih cukup ramai pengunjung. Kalau dirata-rata, tiap bulan ada sekitar 3.000 orang pengunjungnya,” kata David, salah satu petugas di Objek Wisata Mrapen.

Menurutnya, pengunjung yang datang tidak hanya orang dari wilayah Grobogan saja. Tetapi banyak pula orang dari luar kota dan bahkan ada beberapa turis dari mancanegara. Untuk ke lokasi wisata, tiap pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp 2.500.

Ia mengatakan, seiring adanya pandemi, objek wisata alam itu ditutup bagi pengunjung sejak bulan Maret hingga saat ini. Dalam masa penutupan ini, terjadi peristiwa padamnya Api Abadi Mrapen sejak tanggal 25 September 2020 lalu.

Sementara itu, sejumlah pihak berharap agar padamya Api Abadi Mrapen tidak berlangsung lama. Mereka berharap, upaya yang saat dilakukan oleh pihak terkait untuk menyalakan lagi Api Abadi Mrapen bisa berhasil.

“Keberadaan Api Abadi Mrapen ini menjadi kebanggan bagi kami. Semoga, Api Abadi Mrapen cepat menyala lagi seperti semula,” kata tokoh masyarakat Desa Manggarmas Kandiq, Sabtu (3/10/2020).

Baca: Penyebab Padamnya Api Abadi Mrapen di Grobogan Belum Diketahui

Ia menyatakan, selama ini, banyak orang yang membuka usaha di sekitar kawasan wisata alam itu. Di samping itu, banyak pula pedagang keliling yang mencari penghasilan dari kedatangan para pengunjung wisata alam tersebut.

Menurutnya, sebelumnya, lahan Api Abadi Mrapen statusnya merupakan milik perorangan. Kemudian, sekitar tahun 2012, lahan itu dibeli oleh Pemprov Jateng.

Setelah itu, dilakukan revitalisasi dan penambahan prasarana sehingga kondisi di lokasi wisata tersebut terlihat jauh lebih rapi dan menarik.

“Dulunya, tanah itu milik perorangan. Sekarang jadi asetnya Pemprov Jateng. Kalau jalan masuknya masih tanah milik Desa Manggarmas,” imbuh mantan Kades Manggarmas itu.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...