Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sempat Dikenalkan RA Kartini, Batik Jepara Kini Dikenal Dunia

MURIANEWS, Jepara – Sebagai sebuah daerah yang memiliki tradisi seni, Jepara ternyata tidak hanya memiliki kerajinan ukir saja. Produk batik buatan warga Jepara juga mulai kembali menggeliat.

Sejumlah pembatik saat ini bahkan mulai eksis mengenalkan produk batik Jepara ke sejumlah negara. Meski tidak sebesar produk meubel dan ukiran, usaha batik Jepara ini mulai bangun dari tidur panjang.

Budayawan Jepara Hadi Priyanto menjelaskan, perkembangan batik di Jepara memiliki sejarah panjang. Ketrampilan membatik bahkan sudah ada di daratan pulau Jawa termasuk di Jepara sejak zaman kolonial.

RA Kartini, adalah salah satu sosok yang disebut-sebut sebagai salah satu tokoh penting, dalam sejarah batik di Jepara.

Menurutnya, RA Kartini yang sudah belajar membatik pada usia 12 tahun memberi sebuah peran penting dalam perkembangan batik Jepara. Saat menjalani pingitan, RA Kartini diketahui mengisi hari-harinya dengan membatik.

Selanjutnya batik hasil buatannya, dikirimkan kepada koleganya yang ada di Belanda.

“Jadi ketrampilan membatik sebenarnya sudah ada di Jepara. Kartini belajar dari abdi Kadipaten yang bernama Mbok Dullah. Dari situ, Kartini kemudian mengirimkan produk batiknya ke Belanda, ke sahabat-sahabatnya di sana. Sejak itulah, batik Jepara mulai dikenalkan ke mancanegara,” ujar Hadi Priyanto, Jumat (2/10/2020).

Bahkan dari surat-surat Kartini, terkuak jika batik karyanya yang dikirim kepada sahabatnya di luar negeri kemudian dipamerkan di Den Haag, Belanda. Bukti-bukti mengenai Kartini merupakan salah satu tokoh batik Jepara juga bisa dibuktikan dengan adanya peninggalannya terkait batik.

Di Museum Kartini Jepara, beberapa foto Kartini yang sedang membatik bersama saudara-saudaranya terpampang menjadi salah satu koleksi museum. Selain itu juga masih ada perlatan batik milik Kartini  yang hingga saat ini masih ada.

“Selain mengirim kain batik, Kartini juga mengirim sebuah catatan tentang kerajinan yang ada di Jepara. Catatan yang ditulis dalam bahasa Belanda itu berjudul Handschrift Japara. Di dalam catatan itu memaparkan hasil kerajinan tangan, di antaranya batik,” tambah Hadi Priyanto.

Sementara itu, Nurun Nikmah Awwalina, salah satu pembatik Jepara yang saat ini masih terus berkiprah menyatakan, batik Jepara memiliki karakter tersendiri. Dibanding produk batik lain di Jawa, seperti Solo, Pekalongan, batik Jepara memiliki ciri tersendiri. Selain motif, batik Jepara juga memiliki ciri tersendiri pada warna-warnanya.

Jepara yang dikenal dengan seni ukir dan pantainya, maka motif batik Jepara memadukan motif kawung dengan ukiran atau mega mendung dengan daun.

Kemudian juga bentuk daun trubus, jumbing dan ukiran macan kurung. Juga ada motif biota laut seperti ikan dan penyu yang juga muncul pada batik Jepara. Sedangkan dari sisi warna, batik Jepara dikenal memiliki ciri dengan warna-warna terang dan mencolok dengan pewarna alami.

“Kalau batik Pekalongan atau Solo, yang kita kenal biasanya identik dengan warna-warna soga yang kalem. Sementara Jepara identik dengan warna ngejreng, terang,” ujar Nurun Nikmah.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...