Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Normalisasi Kali Gelis Tetap Jalan Walau Terkendala Masalah Lahan

MURIANEWS, Kudus – Proses normalisasi Kali Gelis tahap kedua mulai dikerjakan. Salah satunya di titik Jembatan Tambak Lulang, Desa Ploso, Kecamatan Jati, Kudus.

Sejumlah alat berat pun nampak mulai mengeruk pinggiran sungai untuk dibentuk talud, Jumat (2/10/2020) siang.

Walau demikian, proses normalisasi masih terkendala sejumlah aspek. Satu di antaranya adalah banyaknya daerah yang akan normalisasi dan ternyata sudah bersertifikat milik perorangan maupun tanah desa.

“Ada beberapa titik, di Desa Jati Kulon dan Pasuruhan,” kata PPK Sungai dan Pantai 1 pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Dani Prasetyo.

BBWS, lanjut dia, tak ingin pengerjaan proyek ini berjalan molor. Meskipun ada kendala dalam proses inventarisir tanah.

Sehingga pihaknya akan berfokus pada satu pengerjaan terlebih dahulu, sembari menyelesaikan perkara kepemilikan lahan tersebut.

“Nanti yang akan turun dari Badan Pertanahan Nasional, mereka yang akan memastikan batas-batasnya,” ujarnya.

Soal ganti rugi, lanjut dia, akan diserahkan Pemkab Kudus. Hal tersebut dikarenakan pihaknya hanya selaku pembangunan fisiknya saja.

“Sementara terkait permasalahan sosial termasuk ganti rugi memang wewenangnya pemkab,” terangnya.

Sementara terkait panjang pengerjaan proyek di Tambak Lulang, pengerjaannya akan dilakukan sejauh dua kilometer. ”Kalau bisa sampai dengan akhir tahun ini kami kejar yang di Desa Ploso,” jelas dia.

Untuk diketahui, pengerjaan proyek normalisasi Sungai Gelis yang dikerjakan oleh BBWS Pemali Juana berlokasi di empat titik. Yakni di Desa Ploso, Pasuruhan Lor, Jati Kulon, dan Jati Wetan, sepanjang 8,5 kilometer.

Anggaran yang digelontorkan sekitar Rp 95 miliar. Proyek ini ditargetkan selesai dalam waktu 14 bulan. Tujuan dari normalisasi ini, untuk penangulangan banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...