Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Menegangkan, Begini Detik-Detik Penangkapan Terduga Teroris di Rembang

MURIANEWS, Rembang – Penangkapan terduga teroris di Dukuh Palan, Desa Pamotan, Kecamatan Pamotan, Rembang tidak disangka banyak orang. Bahkan warga setempat juga banyak yang tidak tahu mengenai hal tersebut.

Apalagi petugas yang melakukan penangkapan tidak ada yang menggunakan seragam. Meski demikian, saat penangkapan terjadi terdapat peristiwa yang cukup menegangkan.

Perangkat Desa Pamotan Heru Samto Nugroho menceritakan, sebelum terjadi penangkapan, ada orang  yang ditengarai petugas Densus 88 nyanggong di depan kontrakan terduga teroris. Kebetulan pada saat itu, penghuni kontrakan tidak ada di dalam.

“Rumah kakak perempuan saya itu dekat dengan kontarakan (terduga teroris). Dia cerita, sebelum ada penangkapan, ada seorang yang menunggu di depan kontrakan. Mbak yu saya menawari, ‘mau beli apa mas?. Kemudian orang itu hanya membeli air mineral ukuran kecil,” ungkapnya, Kamis (01/10/2020).

Setelah membeli air mineral, petugas tersebut kembali di depan kontrakan terduga teroris. Tak lama kemudian, petugas itu menelepon dengan mengataka, “merapat-merapat”. Karena penasaran, kakak Heru pun mengikuti petugas.

Setelah dilihat, ada dua orang berboncengan menggunakan sepeda motor dan di belakangnya ada gerobak es tebu.

Di belakang motor itu, tiba-tiba muncul sebuah mobil yang melaju cukup kencang. Mobil itu pun langsung menabrak gerobak yang ditarik sepeda motor itu, hingga kedua pengendara motor terjatuh.

“Saat terjatuh, keduanya langsung disergap oleh petugas dan langsung dimasukkan ke dalam mobil,” tuturnya.

Baca juga:

Setelah kejadian itu, Heru mendapatkan laporan dari warga. Dia pun langsung menuju lokasi untuk memastikan. Namun, dia mengaku tidak bisa memastikan apakah para petugas tersebut dari Densus 88 atau tidak.

“Saya tidak bisa pastikan itu, karena saat penangkapan pakainnya seperti preman. Tidak pakai seragam. Malah, nyuwun sewu, kalau saya perhatikan ada yang rambutnya semiran, pokonya enggak nyangka kalau itu polisi,” terangnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...