Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Terduga Teroris di Rembang Ternyata Warga Kudus, Rumah Sempat Digeledah Polisi

MURIANEWS, Kudus – Terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Polri di Kabupaten Rembang, Rabu (30/9/2020) diketahui sebagai warga Kudus. Terduga pelaku yang diketahui berinisial F itu tercatat sebagai warga Desa Bae, Kecamatan, Bae, Kudus.

Rumah terduga pelaku di Desa Bae ini juga sempat digeledah oleh aparat kepolisian. Penggeledahan dilakukan pada Rabu siang, usai F ditangkap di Pamotan Rembang.

Ketua RW 1 Desa Bae Bambang Gusti Warso (55) membenarkan hal ini. Menurutnya, ada salah seorang warganya yang ditangkap di Rembang, karena diduga terlibat kasus terorisme.

Pihaknya juga mengatakan siang harinya petugas datang ke rumah F untuk melakukan penggeledahan dan mengamankan beberapa barang bukti.

Sebelum penggeledahan, dirinya sudah diberitahu pihak kepolisian akan ada penggeledahan terkait kasus terduga teroris tersebut.

“Saya dan dari perangkat desa jadi saksi saat penggeledahan. Petugas yang datang banyak dari polres dan polsek juga ada. Sepertinya ada dari Densus juga pakaiannya abu-abu dan ada juga yang pakai seragam,” katanya, Kamis (1/10/2020).

Penggeledahan tersebut berlangsung selama kurang lebih satu jam yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB.

Ada beberapa barang yang diamankan polisi dari rumah tersebut. Di antaranya HP, laptop rusak, dan sejumlah buku.

“Berapa lama yang bersangkutan berada di Rembang saya kurang tahu. Saya hanya sebagai saksi saat penggeledahan berlangsung,” jelasnya.

Baca: Terduga Teroris Ditangkap Densus 88 di Pamotan Rembang

Terpisah Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun menurutnya terduga teroris tersebut dahulu memang tinggal di Kudus. Tetapi di tahun 2018 sudah pindah dan meninggalkan Kudus.

“Itu ditangkap di Rembang kemarin. Barang-barang yang diamankan ada HP, laptop rusak, dan juga buku,” jelasnya.

Sementara, terkait berapa jumlah orang yang ditangkap pihaknya tidak menyebutkan secara pasti. “Lebih jelasnya bisa ditanyakan ke kabid Humas Polda Jateng,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...