Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sanksi Denda Pelanggar Protokol Kesehatan di Kudus Direncanakan Dihapus 

MURIANEWS, Kudus –  Sanksi denda berupa uang tunai bagi pelanggar protokol kesehatan di Kabupaten Kudus yang diatur dalam peraturan bupati (perbup) rencananya akan hapus. Kebijakan itu nantinya akan dituangkan dalam peraturan daerah (perda).

Draf terkait hal tersebut pun tengah disusun Pemkab Kudus. “Nanti jika sudah kami limpahkan ke dewan, dendanya akan ditiadakan dan hanya ada sanksi sosial,” kata Plt Bupati HM Hartopo, Kamis (1/10/2020) pagi.

Alasannya, kata Hartopo, adalah banyaknya pelanggar yang meremehkan sanki. Sehingga mereka memilih membayar denda daripada harus menyapu jalanan dan sanksi sosial lainnya.

“Atau jika tidak, nanti denda uang hanya berlaku sekali saja. Selanjutnya jika terjaring lagi harus menjalankan sanksi sosial,” ujarnya.

Selain itu, sanksi denda dianggap kurang efektif untuk membuat pelanggar jera. Karena menurutnya, tidak ada beban mental dan sosial ketika pelanggar membayar denda.

“Jadi siapapun nanti, harus melakukan kerja sosial,” tuturnya.

Sementara hingga kini, denda dari pelanggar protokol kesehatan di Kabupaten Kudus kini terkumpul sebesar Rp 60.550.000. Jumlah tersebut, dibayarkan oleh 1.166 pelanggar yang terjaring razia pada 16 hingga 30 September 2020.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus Djati Solechah mengatakan, dari jumlah pelanggar tersebut, 15 di antaranya merupakan pelaku usaha mikro.

“Sementara sisanya yakni 1.151 orang adalah pelanggar prokes individu,” katanya.

Djati menambahkan, uang yang terkumpul dari denda sendiri, akan masuk ke kas daerah. “Setiap kami menggelar operasi juga dipastikan ada seorang Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), sehingga tetap sesuai aturan,” kata dia.

Djati pun memastikan akan bersifat tegas dan tak pandang bulu dalam melakukan penegakan aturan tentang penegakan protokol kesehatan tersebut.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...