Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

BUMD PT BPE Gandeng Kelompok Penambang Kelola Sumur Minyak Tua Ledok Blora

 

MURIANEWS, Blora – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Blora Patra Energi (BPE) menjalin kerja sama produksi minyak bumi pada sumur tua di Lapangan Ledok, Kecamatan Sambong, dengan kelompok penambang, Rabu (30/9/2020).

Direktur Utama PT BPE Christian Prasetya menyampaikan, kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari pengajuan permohonan pengelolaan sumur minyak tua di lapangan Ledok oleh PT BPE kepada Kementerian ESDM RI.

Setelah melalui proses panjang sejak tahun 2017, akhirnya diberikan izin kepada PT BPE untuk pengelolaan sumur minyak tua itu. Berdasarkan izin tersebut, maka PT BPE berinisiasi untuk mengadakan perjanjian kerja sama dengan perkumpulan penambang minyak sumur timba Ledok.

Khusus untuk Lapangan Ledok ini memiliki 196 titik sumur tua dengan 64 kelompok penambang. Dengan adanya kerja sama ini, maka para penambang akan memperoleh dana bagi hasil sebesar 77 persen dari penjualan minyak ke PT Pertamina.

“Selain itu, para penambang juga akan mendapat fasilitas asuransi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam hal pengelolaan sumur minyak tua ini, PT BPE juga berhasil meraih penghargaan. Yakni, di bidang produksi minyak terbaik sekaligus penerapan HSSE (Health Safety Security Environment) terbaik dari PT Pertamina.

Sementara itu, Bupati Blora Djoko Nugroho berharap agar Lapangan Ledok dapat berkontribusi lebih besar lagi bagi Kabupaten Blora.

“Semoga hasil perjanjian kerja sama ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh warga masyarakat Blora, khususnya Desa Ledok,” ujar Djoko.

Menurutnya, Lapangan Ledok ini memiliki potensi minyak yang luar biasa dan setiap tahun produksinya terus meningkat. Pada periode Januari-Agustus 2020 telah menghasilkan lebih dari 6 juta liter.

“Semoga produksi tahun ini akan lebih tinggi daripada tahun 2019 yang lalu sebanyak 9 juta liter lebih,” cetusnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...