Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

CPP Gundih Blora Kembali Beroperasi Usai Terbakar, Target Produksi Digenjot

MURIANEWS, Blora – Pertamina EP Asset 4 Cepu Field akan kembali mengoperasikan fasilitas Central Processing Plant (CPP) Gundih, usai menjalani pemulihan. Sebelumnya, CPP Gundih mengalami kebakaran pada Kamis (9/4/2020) lalu.

Pengoperasian CPP Gundih ini sebagai bagian untuk menggenjot target produksi di triwulan keempat tahun 2020.

“Dengan kembali beroperasinya CPP Gundih, kami optimistis target produksi, khususnya gas, bisa terpenuhi pada akhir tahun 2020,” kata Cepu Field Manager, Afwan Daroni, Rabu (30/9/2020).

Secara umum produksi Pertamina EP Asset 4 hingga Agustus 2020 sebanyak 15.085 barel minyak per hari dan 144,72 juta kaki kubik gas per hari.

Sementara secara khusus Cepu Field pada 2020 ditarget untuk dapat memenuhi 60,56 juta kaki kubik gas per hari dan 2.006 barel minyak per hari.

Ia menyatakan, proses recovery CPP Gundih bekerja dengan baik, meski dalam situasi pandemi Covid-19.

Selama lima bulan, proses pemulihan fasilitas pengolahan CPP Gundih berfokus pada area Thermal Oxidizer (TOX), optimasi Biological Sulfur Recovery Unit (BSRU), dan Maintenance & Preservasi CPP Gundih serta beberapa area lainnya.

Sementara Asset 4 General Manager Agus Amperianto berharap dengan normalnya operasional CPP Gundih dapat kembali menyalurkan gas untuk PT SPP, PLTGU Tambak Lorok Semarang, jaringan gas (jargas) PGN di Blora dan Semarang.

Baca: Kilang Proyek Pengembangan Gas Jawa di Blora Terbakar

Sebelumnya diberitakan kebakaran melanda kawasan CPP Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) blok Gundih yang ada di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Blora, Kamis (9/4/2020). Kebakaran yang berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB itu menimpa salah satu kilang.

Peristiwa kebakaran itu sempat viral setelah diunggah di media sosial. Dalam unggahan itu tampak api membubung tinggi saat kilang terbakar. Sejumlah karyawan tampak berhamburan keluar dari kantor.

Kebakaran disebabkan adanya gangguan di area Thermal Oxidizer (TOX) yang mengakibatkan keluarnya percikan api di fasilitas tersebut.

 

Kontributor: Priyo
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...