Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Uji Coba Belajar Tatap Muka SMA di Jateng Dinilai Sukses, Jumlah Sekolah Akan Ditambah

MURIANEWS, Semarang – Sebanyak tujuh sekolah tingkat SMA/sederajat di Jawa Tengah telah melakukan uji coba pembelajaran tatap muka. Proses pembelajaran tatap muka itu dinilai sukses, sehingga jumlah sekolah yang akan melakukan simulasi akan ditambah.

Sebelumnya tujuh sekolah yang melakukan simulasi pembelajaran tatap muka yakni MAN 1 Parakan dan SMKN 1 Temanggung, SMAN 2 dan SMKN 2 Wonosobo, SMAN 2 dan SMKN 2 Kota Tegal dan satu SMA swasta di Tegal yakni SMA Pius.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, mulai 5 Oktober 2020 pembelajaran atap muka di tujuh sekolah ini akan kembali dilakukan. Jumlah siswa yang mengikuti juga akan ditambah. Termasuk juga akan ada tambahan sekolah lain yang melaksanakannya.

Ganjar mengatakan, hasil evaluasi dari simulasi pembelajaran tatap muka sangat baik. Sehingga pihaknya memutuskan untuk meneruskan program ini.

“Kami sudah evaluasi dan hasilnya cukup baik. Setelah dilakukan pengecekan, 97,4 persen ada dukungan orang tua, 95 persen pelaksanaan protokol kesehatan berjalan baik dan 82 persen komunikasi antara orang tua dan guru berjalan baik. Memang tetap harus diperbaiki, agar capaiannya bisa 100 persen,” kata Ganjar, Rabu (30/9/2020).

Dari hasil evaluasi itu, terdapat beberapa temuan yang menjadi catatan. Di antaranya, ada tiga siswa di Temanggung yang tinggal di pondok pesantren, dan dua siswa di Wonosobo yang berangkat menggunakan angkutan umum.

“Solusinya sudah diambil dengan meminta mereka belajar jarak jauh. Nah temuan-temuan ini juga akan menjadi pertimbangan,” ujarnya.

Ganjar mengatakan, tiga SMK Negeri Jateng juga tengah dipersiapkan untuk menjalankan pembelajaran tatap muka. Termasuk di antaranya sejumlah SMA swasta, di antaranya SMA Pradita Dirgantara Boyolali dan SMA Taruna Nusantara.

”Tapi kami minta persentase siswanya harus terbatas dan simulasi harus ketat,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Padmaningrum menerangkan, pihaknya akan memulai kembali simulasi belajar tatap muka di tujuh sekolah yang ditunjuk pada 5 Oktober mendatang. Jumlah siswanya akan ditambah 100 persen, dari jumlah awal yang mengikuti tatap muka.

Ia mencontohkan, misalnya di SMKN 1 Temanggung yang awalnya diikuti 72 siswa, pada tahap kedua nanti akan ditambah menjadi 180 siswa. Begitu juga di sekolah lain yang telah ditunjuk itu, akan dilakukan penambahan jumlah siswa 100 persen dari tahap awal.

“Selain itu, kami juga melakukan penambahan sekolah yakni di tiga SMK Negeri Jateng baik di Semarang, Pati dan Purbalingga, serta SMA Pradita Dirgantara dan Taruna Nusantara. Kenapa kami pilih sekolah yang berasrama, karena lebih mudah dalam pengaturannya,” terangnya.

Di sekolah-sekolah baru yang ditunjuk itu lanjut Padma, juga akan dibatasi jumlah siswanya. Misalnya di SMA Taruna Nusantara dengan jumlah siswa lebih dari 1.000, maka hanya diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka pada 150 orang siswa.

“Sambil kami mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan dan juga kesiapan sarana prasarana penunjang lainnya,” pungkasnya.

 

Reporter: Ali Muntoha
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...