Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kemenkominfo Lakukan Penilaian Kesiapan Smart City Jepara, Dilakukan Daring Selama Dua Jam

MURIANEWS, Jepara – Jepara kembali menjalani proses assessment atau penilaian program gerakan menuju Smart City 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Republik Indonesia (RI).

Proses ini merupakan tahapan yang harus dilalui Jepara untuk bisa mendapatkan predikat sebagai Smart City 2021. Assessment sendiri dilakukan untuk mengetahui sejauh mana persiapan yang sudah dilakukan oleh Jepara menuju Smart City.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko mengatakan, Jepara dalam hal ini sudah melakukan persiapan-persiapan untuk bisa menjadi salah satu Smart City sebagai mana yang diprogramkan.

Pada proses assessment yang dilakukan melalui sistem daring Selasa (29/9/2020) pihaknya berkesempatan memaparkan konsep smart city yang akan diterapkan Jepara.

“Jadi assessment itu dilaksanakan selama dua jam dengan tim penilai. Selain pemaparan, juga dilakukan tanya jawab secara langsung. Sementara aspek penilaian antara lain aspek komitmen pimpinan, kebijakan strategis, visi pembangunan daerah, anggaran Teknologi Informasi, dan Komunikasi (TIK), infrastruktur dan aplikasi,” ujar Edy Sujatmiko, Rabu (30/9/2020).

Menurut Edy Sujatmiko, saat ini diperlukan sebuah urban management system yang berbasis data yang terintegrasi dan kolaboratif antar sektor atau Smart City. Tanpa itu semua, sebuah daerah termasuk Jepara akan tertinggal dalam era digitalisasi saat ini.

Karena itu, dalam beberapa tahun terakhir, Jepara juga sudah menyiapkan langkah-langkah untuk bisa menjadi Smart City.

Program Smart City untuk Jepara didasarkan pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jepara 2017 -2022 dan Rencana Srategis (Renstra), di masing-masing Perangkat Daerah.  Dalam hal ini Jepara akan mejadi salah satu kota percontohan dari 100 kota yang ditunjuk oleh pemerintah pusat terkait Smart City.

“Ada enam indikator terkait Smart City ini. Masing-masing adalah smart governance, smart branding, smart economy, smart living, smart society, dan smart environmet. Sebagai contoh Smart branding, Ini merupakan inovasi pemasaran sehingga mampu meningkatkan daya saing daerah dengan mengembangkan tiga elemen, yaitu pariwisata, bisnis dan wajah kota,” jelas Edy Sujatmiko.

Sementara itu, Kabid Informatika Diskominfo Jepara Endang Retnoningsih mengatakan, Smart City 2021 merupakan  salah satu usaha untuk memaksimalkan potensi yang ada.

Dalam hal ini meliputi potensi pariwisata, ekonomi, maupun kondisi sosial masyarakat Jepara. Pengembangannya dengan memanfaatkan Tehnologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai pendukungnya.

“Ini merupakan konsep pengelolaan kota berkelanjutan, untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang lebih mudah, dengan memanfaatkan TIK serta inovasi yang diarahkan untuk perbaikan kinerja,” kata Endang Retnoningsih.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...