Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pastikan Keakuratan, Kasus Stunting di Grobogan Akan Didata Ulang Pakai Aplikasi

MURIANEWS, Grobogan – Pemkab Grobogan masih mempunyai beberapa persoalan yang menjadi perhatian. Salah satunya adalah terkait masih tingginya data jumlah anak yang mengalami stunting.

“Sejauh ini, Grobogan masuk kabupaten lokus stunting. Persoalan stunting ini akan coba kita tekan. Dalam hal ini kita akan melibatkan pihak terkait serta berbagai elemen masyarakat,” kata Kepala Bappeda Grobogan Anang Armunanto dalam acara Rembug Stunting dengan kepala puskesmas dan petugas bidang gizi yang dilangsungkan di Gedung Riptaloka, Selasa (29/9/2020).

Ia menjelaskan, dalam rangka mengatasi stunting ini salah satunya dilakukan dengan melakukan pendataan ulang.

Caranya dengan melakukan penimbangan serentak anak balita. Kemudian, memasukkan database anak balita dalam aplikasi elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat (e-PPGBM) milik Kementerian Kesehatan.

“Kita targetkan dalam akhir tahun ini semua atau 100 persen balita sudah mengikuti penimbangan serentak dan diinput dalam aplikasi. Kalau tidak bisa, minimal mencakup hingga 80 persen. Dari sini nanti akan diketahui data stunting kita yang sebenarnya,” jelas Anang.

Anang menjelaskan, besanya prevelensi stunting di Grobogan sebesar 39 persen berdasarkan data hasil riset kesehatan dasar (Riskesdes) tahun 2018.

Data ini dinilai sudah tidak sesuai dengan kondisi riil karena sudah berjalan dua tahun. Di samping itu, riskesdes itu sifatnya semacam survei.

“Jadi, sudah dua tahun kok pakai data itu terus. Ini, agak kurang fair untuk dijadikan dasar,” imbuhnya.

Masih dikatakan Anang, dari pendataan manual yang berjalan sejauh ini, angka prevelensi stunting tidak sampai 20 persen. Demikian juga dari data dari aplikasi e-PPGBM Provinsi Jateng, angka prevelensi stunting Grobogan berkisar 14,6 persen.

“Oleh sebab itulah perlu dilakukan data ulang untuk mengetahui angka stunting yang sesungguhnya. Dari data ini nanti akan kita jadikan dasar untuk membuat program lebih lanjut,” imbuhnya.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...