Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Imunisasi MR untuk Kelas Satu SD di Kudus Tetap Jalan dengan Protokol Ketat

MURIANEWS, Kudus – Bulan Imunasi Anak Sekolah (BIAS) Measles Rubella (MR) di Kabupaten Kudus sudah berjalan. Namun, dikarenakan saat ini kondisi pandemi, diterapkan protokol kesehatan ketat dengan pembatasan dan dengan cara bergiliran.

Imunisasi tersebut dilaksanakan untuk siswa kelas satu sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI).

Pengelola Program Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus Ali Muhtadi menjelaskan, sasaran imunisasi MR untuk kelas satu sebanyak 13.807 anak. Tapi untuk realisasinya saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan. Sebab beberapa puskesmas saat ini masih ada yang melakukan imunisasi.

”Rata-rata pelaksanaan setelah tanggal 10 September lalu. Kami juga membuat surat edaran pada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) dan Kementerian Agama (Kemenag) terkait imunisasi ini,” Katanya, Senin (28/9/2020).

Ditambahkan, BIAS ini dilaksanakan untuk 571 sekolah baik SD maupun MI di Kudus. Ali mengatakan, untuk sekolah yang memiliki jumlah siswa banyak, bisa diatur jadwal. Dan, penerapan protokol kesehatan wajib dilakukan secara ketat.

“Sebenarnya, anak sudah mendapatkan imunisasi MR dua kali. Di usia sembilan bulan dan 18 bulan. Namun ditambahkan satu kali untuk penguatan imunnya. Sehingga betul–betul mencapai 95 persen dan kami yakini bisa untuk mem-protect anak tersebut,” jelasnya.

Terpisah, Kepala UPT Puskemas Jati Ahmad Muhammad mengatakan, pihaknya sudah melakukan imunisasi MR ke 30 SD dan MI dengan sasaran 713 anak. Namun yang diimunisasi baru mencapai 595 anak, untuk sisanya ada yang izin dan ada juga yang sakit.

“Pelaksanaan tetap dengan protokol kesehatan dan sudah kami lakukan mulai 18 hingga 26 September 2020 lalu. Dimulai dari pengaturan jam datang, skrining awal, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak saat menunggu giliran. Kami atur kedatangan 10 anak tiap jamnya, jadi tidak menimbulkan kerumunan,” ucapnya.

 

Reporter : Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...