Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Wakil Ketua Komisi XI DPR Anggap Kartu Tani Belum Siap Diterapkan Secara Nasional

MURIANEWS, Kudus – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Fathan Subchi menilai progam Kartu Tani belum siap diterapkan secara nasional. Dia pun minta pemerintah pusat meninjau ulang sistem kerja pada progam Kartu Tani.

“Kalau secara nasional, kesiapannya belum sangatlah siap, ini juga sempat kami kritik di DPR,” kata dia ketika melakukan reses dengan para petani di Kudus, Senin (28/9/2020) sore.

Fathan menilai, pemerintah masih sangat minim data. Entah itu data terkait kebutuhan pupuk petani secara keseluruhan. Hingga jumlah kelompok tani.

“Pemerintah belum punya data yang benar-benar valid soal ini,” kata dia.

Selain itu, pemerintah juga diminta punya data para petani yang telah menerima bantuan-bantuan lainnya. Sehingga ketika nanti Kartu Tani dijalankan, penggunaannya benar-benar tepat sasaran.

“Banyak kejadian seperti ini, dapatnya double,” lanjut dia.

Oleh karena itu, pihaknya berharap pemerintah pusat kembali melakukan monitoring pupuk. Serta menambah alokasi pupuk di masing-masing daerah.

Selain itu, pihaknya pun menyarankan untuk menjalankan progam Kartu Tani di daerah yang benar-benar telah siap menerapkan. Sementara untuk daerah yang belum siap, dicari jalan keluarnya.

“Sehingga tidak terjadi kecemburuan atau malah kelangkaan,” tegas dia.

Sementara Ketua Kelompok Prigen Besito Agus Fitrianto mengatakan, anggota kelompok tani yang dia pimpin hampir semuanya telah memiliki Kartu Tani.

“Hanya yang baru-baru yang belum mengurus, nanti akan kami bantu urus,” ucap dia.

Baca: Petani Pati Kesal, Sudah Buat Kartu Tani Tapi Pupuk Subsidi Langka

Walau demikian, pihaknya berharap ada semacam edukasi terkait penggunaan pupuk yang sesuai standar. Karena sampai saat ini, banyak petani yang memang masih menggunakan pupuk dengan takaran yang berbeda-beda.

“Kalau nanti ada alokasi, pasti yang biasanya menggunakan banyak akan merasa kurang,” ujarnya.

Penggunaan pupuk organik, lanjutnya, juga belum maksimal di daerahnya. Sehingga petani benar-benar bergantung pada pupuk bersubsidi.

“Untuk pupuk organik ada tapi belum banyak,” jelas dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...