Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Nyubi Cycling Club Berawal dari Kejenuhan Pecinta Harley, Punya Target Saat Gowes yang Sulit Ditolak

MURIANEWS, Kudus – Nyubi Cycling Club (NCC), sesuai dengan namanya Komunitas sepeda balap (road bike) di Kudus ini baru beberapa bulan berdiri (Pemula). Komunitas ini didirikan berawal dari kejenuhan para pecinta Harley Davidson (HD) di Kabupaten Kudus, yang saat itu sepi agenda touring ke luar kota.

“Awal berdiri 19 Februari 2020. Pada saat itu kami jenuh karena sepinya agenda touring Harley Davidson. Setelah itu, kami memilih untuk bersepeda atau gowes bareng menggunakan road bike,” kata Juru Bicara NCC Kudus Diptya Adri, Sabtu (26/9/2020).

Dikatakannya, Nyubi sendiri diambil dari kata newbie yang artinya pemula atau pendatang baru. Dan karena mayoritas anggota berusia di atas 27 tahun, NCC sendiri enggan dijuluki sebagai klub pesepeda yang profesional. Meski semakin lama berdiri nantinya akan lebih banyak pengalaman.

“Kalau di NCC Kudus tidak ada ketua, adanya tetua (orang yang dituakan). Ada dua orang tetua yakni Mustain dan Faisol,” ucapnya.

Awal berjalan, NCC Kudus hanya beranggotakan sekitar sepuluh orang. Namun kini membernya semakin banyak, sudah mencapai 29 orang, dan bukan hanya dari kalangan pecinta HD saja.

“Gowes bareng NCC Kudus dilakukan rutin setiap pagi hari. Namun, tidak semua member NCC bisa mengikuti setiap harinya. Kami gowes bareng dengan tujuan dan mempunyai target yakni hingga fase empat,” jelasnya.

NCC saat mengikuti Tour de Borobudur beberapa waktu lalu (MURIANEWS/Dok NCC)

Apa fase empat itu, Diptya Adi pun menjelaskan. Menurutnya, sebagai pesepeda pemula, setidaknya ada empat fase yang NCC Kudus lewati.

Fase pertama persiapan gowes, hingga menuju titik kumpul yang telah disepakati. Fase kedua, di mana keringat sudah mengucur di pertengahan jalan, dan sudah dihadapkan dengan tanjakan, serta rute yang cukup berat.

Di fase ketiga, ketika NCC Kudus sudah mencapai titik tujuan yang biasanya di fase tersebut keringat sudah bercucuran. Otot paha dan betis terasa sakit, dan setelah itu wajib menuju tujuan terakhir yakni fase empat.

Fase empat ini yang sulit ditolak, yakni wajib mampir tempat kuliner  atau makan-makan.

“Yang terpenting bagi kami yakni fun (menyenangkan), kebutuhan berfoto, makan dan yang terakhir safety first. Setiap agenda kami pasti bawa orang buat dokumentasi, dan saat luar kota kami minta bantuan Patwal serta pikap biar aman, kadang juga kami sering gowes bareng Woman’s Cycling Community (WCC),” ungkapnya.

Meski demikian, NCC Kudus sudah beberapa kali mengikuti even di luar kota. Seperti Tour de Rembang, Revelo de Pati hingga Tour de Borobudur.

Saat ini salah seorang anggota NCC bernama Amin ada yang melakukan tour ke Nusa Tenggara Barat (NTB) semenjak 10 September 2020 lalu.

“Berarti ini sudah 16 hari posisinya sekarang sudah ada di NTB. Kalau yang ikut Mini KOM Muria Series ada dua orang. Sebenarnya kami bukan ingin menjadi atlet, hanya bersepeda santai yang mengedepankan keamanan saat bersepeda dengan tujuan berfoto dan makan,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...