Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Soal Revisi Perbup PKM di Jepara, Bupati Kembali Undang Tokoh Masyarakat

MURIANEWS, Jepara – Bupati Jepara Dian Kristiandi kembali mengundang tokoh agama dan beberapa tokoh masyarakat lain dalam penyusunan revisi Perbup Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) .

Revisi Perbup PKM ini dilakukan untuk lebih menjaga masyarakat terhadap bahaya penularan Covid-19 dan sekaligus bisa menjadi pedoman bagi pelaksaan kegiatan di masyarakat di masa pandemi.

Selain mengatur sanksi para pelanggar, revisi Perbup ini juga untuk mengakomodir kegiatan keagamaan, bidang kesehatan, ekonomi, sosial dan budaya sesuai dengan protokol kesehatan (prokes).

“Saya ingin bidang kesehatan tetap berjalan melakukan penanganan sesuai protokol Covid-19, namun di sisi yang lain, perekonomian masyarakat agar tidak anjlok. Bagaimana kegiatan-kegiatan itu tetap bisa dilaksanakan dengan aman di tengah pandemi itulah yang menjadi fokus kami untuk melakukan perubahan pada Perbup PKM yang sudah ada,” ujar Dian Kristiandi, Kamis (24/9/2020).

Dian Kristiandi juga memastikan, konteks yang ada dalam Ranperbup yang kemudian akan disyahkan menjadi Perbup yang baru, nantinya tidak akan keluar dari apa yang dibicarakan. Tentu saja, masukan para tokoh agama, pelaku usaha, seniman dan banyak pihak yang sudah diminta masukannya, akan diolah dan diakomodir di dalam Perbup yang akan diberlakukan nanti.

Perbup baru ini nantinya aka nada penambahan ketentuan dari Perbup yang sebelumnya sudah ada. Perbup PKM yang saat ini ada adalah Perbup Nomor 26 Tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat.

Seiring perkembangan, Pemkab Jepara dalam hal ini memandang perlu untuk melakukan penyesuaian. Dalam Perbup PKM yang baru, nantinya akan ada beberapa ketentuan tambahan Salah satunya adalah terkait masalah pemberian ijin kegiatan masyarakat dengan tentu saja tetap mengendepankan protokol kesehatan.

“Saya akan memberi kelonggaran tapi ada penekanan. Ibarat rem dan gas. Jangan sampai di gas kencang juga jangan di rem mendadak. Terhadap masukan-masukan yang sudah kami terima, tentu saja kami akan memberikan perhatian. Jika memang memungkinkan, tentu akan kami akomodir. Intinya Perbup ini untuk kepentingan masyarakat,” tambah Dian Kristiandi.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...