Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Program JPE UMKM Kudus Senilai Rp 5,5 Miliar Terancam Tak Dilanjut

MURIANEWS, Kudus – Program jaring pengaman ekonomi (JPE) untuk UMKM di Kabupaten Kudus terancam tak jadi atau gagal. Pasalnya, UMKM di Kudus yang rencananya akan disasar bantuan ini kini telah didaftarkan untuk mendapat program Bantuan Presiden (Banpres) sebesar Rp 2,5 juta.

Sehingga dikhawatirkan terjadi tumpang tindih bantuan. Rencana awal, JPE UMKM ini akan dikucurkan sebesar Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta untuk UMKM. Sasarannya adalah UMKM terdampak pandemi dan belum mendapat banpres.

Namun saat ini semua UMKM di Kudus yang mengajukan bantuan, telah didaftarkan dalam program banpres. Sementara hingga kini belum ada kepastian, kapan bantuan cair dan UMKM mana saja yang tidak lolos mendapatkan banpres.

“UMKM kemarin (yang mengajukan bantuan) akhirnya kami kirimkan semua (datanya) untuk mendapatkan banpres,” kata Kabid Koperasi dan UKM Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, Koperasi dan UKM  (DisnakerPerinkopUKM) Kudus Rofiq Fachri, Kamis (24/9/2020).

Ia menyebut, program banpres sampai saat ini masih berjalan. Kendati demikian, belum diketahui kapan akan dicairkan. Sehingga kemungkinan besar penggunaan JPE UMKM itu terancam gagal.

“Karena sampai saat ini dari dinas tidak tahu siapa saja yang akan mendapatkan banpres tersebut, dan kapan pencairannya. Akhirnya anggaran tersebut sementara ini tidak kami ambil, masih di kas daerah,” terangnya.

Baca: Sudah Ditutup, Sejumlah Warga Kudus Kecele Saat Mau Daftar Banpres UMKM Rp 2,4 Juta

Ia khawatir jika nantinya jadi dianggarkan untuk UMKM, akan terjadi tumpang tindih penerima. Meski demikian, pihaknya saat ini masih menunggu terkait petunjuk dana tersebut akan digunakan untuk apa.

“Baru kami kirimkan nota dinas. nanti baiknya seperti apa masih kami tunggu. Rencana awal, dana tersebut digelontorkan untuk UMKM perseorangan sebesar Rp 1,5 juta hingga Rp 2,4 juta. Melihat jenis usaha UMKM tersebut,” ujarnya.

Pihaknya mengaku sempat ada wacana dana tersebut  bisa digunakan  untuk pemberdayaan UMKM seperti program dari provinsi dan bisa juga untuk pelatihan.

“Seperti program dari provinsi itu misal UMKM membuat masker dengan spesifikasi yang sudah ditentukan, lalu kami beli,” tandasnya.

 

Reporter : Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...