Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Perbup Akan Diubah Jadi Perda, Kudus Targetkan Jadi Zona Hijau di Sisa Bulan 2020

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menargetkan penurunan angka penularan Covid-19 di sisa bulan tahun 2020 ini. Selain itu, penurunan status peta risiko hingga menjadi zona hijau juga akan diupayakan.

Untuk mendukung hal tersebut, pemkab pun siap mengubah Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 41 tentang Penerapan Protokol Kesehatan, menjadi peraturan daerah (perda).

“Ini sedang digodog, draftnya disusun, segera, kami butuh cepat,” ucap Pelaksana tugas Bupati Kudus HM Hartopo usai apel HUT Kabupaten Kudus, di Pendapa Kabupaten Kudus, Rabu (23/9/2020) pagi.

Hartopo menambahkan, HUT ke-471 Kabupaten Kudus ini akan jadi momentum untuk meningkatkan sinergitas semua elemen. Sehingga tercapai target-target tersebut.

“Sehingga pada 2021 nanti, pembangunan ekonomi kembali lancar,” ucap Hartopo.

Walau memang, kata dia, saat ini banyak masyarakat terdampak pandemi. Terutama pada sektor ekonomi. Hingga timbul masalah-masalah sosial, dan kriminal.

“Namun semua harus terus bersinergi, sehingga bisa menjai zona hijau dan perekonomian bisa aktif lagi seperti biasa,” jelas dia.

Sementara sampai saat ini, total kasus pasien aktif corona di Kota Kretek kini berada di angka 159 orang. Dari jumlah tersebut, ada sebanyak 43 pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit rujukan.

“Sementara 116 lainnya kini tengah menjalani isolasi mandiri di rumah ataupun di sejumlah fasilitas kesehatan,” ucap Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPP) Kudus dokter Andini Aridewi.

Para pasein yang tengah menjalani perawatan di rumah sakit, kata Andini, sebagian besar bergejala berat dan memiliki penyakit penyerta. “Sehingga perlu perawatan yang intensif,” kata dia.

Sementara para pasien yang menjalani isolasi mandiri, tambahnya, umumnya tidak bergejala. Namun, mereka tetap diwajibkan berdiam diri di tempat isolasinya masing-masing.

“Dengan dipantau oleh petugas kesehatan masing-masing puskesmas wilayah,” lanjut dia.

Andini pun berharap, para pasien yang tengah menjalani isolasi mandiri benar-benar bisa menjalankannya dengan baik dan benar. Sehingga tidak ada kasus penularan yang terjadi kembali.

“Kasus terpapar akan turun jika para pasien menjalankan isolasi dengan benar,” ujar dia.

Secara total kasus corona di Kudus mencapai 1.430. Sementara untuk kasus pasien sembuh, kini berada angka di 1.077 orang. Keseluruhan dari mereka telah dinyatakan seembuh setelah menjalani perawatan ditambah isolasi mandiri.

“Sedang untuk kasus kematian, ada sebanyak 192 pasien. Semua karena penyakit penyerta,” jelas dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...