Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pohon Tumbang Merata di Sembilan Kecamatan, Relawan BPBD Kudus Nyaris Kewalahan

MURIANEWS, Kudus – Hujan deras disertai angin kencang melanda Kabupaten Kudus pada Selasa (22/9/2020) petang. Akibatnya belasan hingga puluhan pohon di Kudus pun ambruk diterpa angin kencang.

Ada juga yang roboh dan menimpa bangunan rumah. Tak hanya pohon, sejumlah bangunan dan baliho pun ambruk dan rusak diterjang angin.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus Budi Waluyo mengatakan sampai saat ini rekap laporan belum terkumpul semua.

Karena peristiwa pohon tumbang hampir merata di sembilan kecamatan di Kudus. Relawan BPBD juga sempat kewalahan dalam mengevakuasi pohon-pohon tumbang.

“Untuk saat ini bantuan mulai berdatangan, dari PMI hingga organisasi-organisasi lainnya,” ucap dia, Selasa malam.

Para relawan, lanjut dia, kini terus berupaya mengevakuasi pohon-pohon ataupun baliho yang ambruk di sejumlah titik. Jika ditotal semetara, ada sekitar 20 lebih pohon tumbang di Kudus.

“Sampai saat ini kami masih fokus evakuasi pohon tumbang di jalan raya, kemudian setelahnya kami akan bergeser ke desa-desa,” terangnya.

Untuk korban jiwa, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih. Namun berdasar informasi di lapangan, ada sejumlah pekerja showroom kendaraan yang luka-luka diduga akibat terkena serpihan kaca.

Baca: Belasan Pohon di Kudus Tumbang Disasak Angin Kencang, Satu Timpa Rumah

Pohon tumbang di sejumlah lokasi juga sempat mengakibatkan mati listrik di sejumlah desa di Kabupaten Kudus. Hingga membuat sejumlah lampu lalu lintas yang berada di wilayah itu mati total. Seperti di kawasan Desa Loram, Kecamatan Jati.

Ali Mustofa, pemilik rumah yang tertimpa pohon di Desa Gulang mengaku sangat terkejut dengan pohon yang menimpa atap rumahnya. Walau hanya sebagian kecil yang terkena, suara yang dihasilkan sangatlah kencang. “Suaranya keras sekali, sampai kaget,” kata dia.

Dia, yang saat itu bersama anak-anaknya pun sontak keluar dan melihat sebuah pohon asem yang tumbang di dekat rumahnya. Angin kencang sendiri, berlangsung sekitar sepuluh menit.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...