Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Hilang Empat Hari, Nenek di Jepara Ini Ditemukan Tak Bernyawa di Pematang Sawah

MURIANEWS, Jepara – Nenek Suratmi (77), warga Dukuh Gogek, Desa Papasan, Bangsri, Jepara ditemukan meninggal dunia di pematang sawah, Selasa (22/9/2020). Penemuan ini mengakhiri pencarian atas dirinya, yang dilaporkan hilang sejak Sabtu (19/9/2020).

Kapolsek Bangsri AKP Sarwo Edy Santoso mengatakan, jasad Suratmi ditemukan pertama kali oleh Sutarno (60) warga Desa Papasan, yang hendak berangkat ke sawah. Sutarno menemukan jasad korban tergeletak kurang lebih 500 meter dari rumahnya. Saat ditemukan, Suratmi tergeletak di pematang sawah.

Sesuai informasi yang ada, Suratmi sebelumnya dilaporkan hilang sejak Sabtu (19/9/2020). Wanita yang sudah berusia lanjut ini diketahui sudah pikun, sehingga diduga tersesat saat meninggal rumahnya.

Usaha pencarian sebenarnya sudah dilakukan oleh pihak keluarga dan sejumlah pihak. Namun keberadaannya tidak kunjung diketahui, sebelum akhirnya ada seorang warga yang menemukan jasadnya.

“Nenek Suratmi ini menurut penjelasan pihak keluarga sudah pikun karena usiannya yang sudah lanjut. Penyebab pasti kematiannya tidak diketahui secara pasti. Namun diduga dia tersesat dan mendapati serangan jantung, karena kelelahan,” ujar AKB Sarwo Edy Santoso, Selasa (22/9/2020).

Dari berbagai kemungkinan, besar kemungkinan Suratmi diduga sempat pergi menyeberangi sungai kecil yang ada di belakang rumahnya. Nenek Suratmi diketahui juga sering keluar rumah sendiri, dan biasanya pulang kembali.

Meskipun malam hari, biasanya nenek ini tetap bisa kembali ke rumahnya dengan selamat. Namun pada kejadian terakhir, nasib bekehendak lain.

Laporan penemuan mayat nenek Suratmi yang kemudian disampaikan ke beberapa pihak langsung dilakukan penanganan. Evakuasi jasad korban kemudian dilaksanakan oleh Tim SAR Gabungan.

Setelah memastikan tidak ada masalah, terkait mengenai kemungkinan adanya tidak kekerasan, jasad kemudian diserahkan ke pihak keluarga.

“Setelah kami pastikan tidak adanya kemungkinan  unsur kesengajaan pada jasad, akhirnya korban diserahkan kepada pihak keluarga. Pemakaman dilaksanakan di pemakaman desa setempat oleh pihak keluarganya,” tambah AKP Sarwo Edy Santoso.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...