Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Jatah Kurang, Kudus Minta Tambahan Kuota Pupuk Subsidi

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus mengajukan penambahan alokasi pupuk bersubsidi untuk memenuhi kebutuhan masa tanam (MT) I di bulan Oktober 2020 mendatang. Hal tersebut dilakukan karena jatah yang telah diberikan pemerintah pusat saat ini, masih jauh dari kata mencukupi kebutuhan petani.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus HM Hartopo Selasa (22/9/2020) menjelaskan, sembari mengajukan tambahan kuota, para petani diharapkan bisa memaksimalkan penggunaan pupuk organik terlebih dahulu.

Dengan upaya tersebut, diharapkan persoalan kelangkaan dan mahalnya pupuk dapat teratasi dan tidak membebani petani.

Sementara Anggota Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Abdullah Muttaqin mengatakan, Dinas Pertanian dan Pangan Kudus memang tengah mengajukan tambahan alokasi pupuk bersubsidi.

Di antaranya, pupuk Urea diajukan penambahan 4.400 ton. Kemudian pupuk SP36 sebanyak 2.500 ton, ZA sebanyak 4.000 ton. “Serta NPK sebanyak 5.000 ton,” jelasnya.

Jamaah, salah satu petani dari desa Pedawang, Kudus mengatakan untuk saat ini pihaknya sudah berhasil membeli pupuk bersubsidi.

Walau demikian, beberapa pekan lalu pihaknya bersama petani lainnya sempat kesulitan mencari pupuk bersubsidi. “Semoga tidak susah lagi,” tandasnya.

Untuk diketahui, alokasi pupuk bersubsidi tahun 2020, yakni untuk pupuk urea sebanyak 7.600 ton, pupuk SP36 sebanyak 813 ton, ZA sebanyak 2.565 ton, organik sebanyak 1.400 ton, dan pupuk NPK sebanyak 7.287 ton.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...