Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Satu Guru SMKN Kalinyamat Jepara Meninggal Positif Corona, Sekolah Ditutup Sepekan

MURIANEWS, Jepara – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) Jepara berencana melakukan swab kepada beberapa sejumlah karyawan, guru, dan murid di SMK Negeri Kalinyamatan, Jepara.

Upaya tersebut dilakukan setelah salah seorang guru di SMK tersebut meninggal dengan status positif Corona atau Covid-19, Jumat (18/9/2020) lalu.

Juru Bicara Satgas Covid 19 Jepara, Muh Ali menyatakan, dari hasil tracing yang dilakukan Tim Puskesmas Kalinyamatan, dipastikan ada sejumlah orang yang akan menjalani pemeriksaan swab. Rencananya pemeriksaan swab akan dilaksanakan Selasa (22/9/2020) besok di SMK Negeri Kalinyamatan.

Seluruh guru dan karyawan di SMK Negeri Kalinyamatan sudah di-tracing dan semua menyatakan siap menjalani pemeriksaan swab. Selain itu, pihak keluarga yang juga masuk dalam daftar tracing dipastikan akan menjalani pemeriksaan yang sama di SMK Negeri Kalinyamatan.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kemungkinan-kemungkinan telah terjadinya penularan Covid-19 dari almarhum.

”Hari ini tadi kami masih terus memberikan edukasi terhadap mereka yang masuk daftar tracing. Hal ini harus kami lakukan, karena masyarakat kadang enggan menjalani pemeriksaan saat kondisi tubuh belum menunjukan gejala. Jumlah yang akan di-swab, sampai siang ini belum bisa kami pastikan. Namun kemungkinan jumlahnya lebih dari 20 orang,” ujar Muh Ali, Senin (21/9/2020).

Sementara itu, Kepala SMKN Kalinyamatan Nur Sufa’an memastikan aktivitas di SMK Negeri Kalinyamatan ditutup selama sepekan, mulai Senin (21/9/2020). Penutupan aktivitas memang dilakukan untuk memberi kesempatan dilakukan penanganan terkait Covid-19.

Selama ini, meskipun masih terus memberlakukan sistem daring dalam kegiatan pembelajaran, namun untuk para guru dan karyaan tetap harus masuk ke sekolah.

”Almarhum sebelumnya sempat dirawat di RS Mardi Rahayu Kudus sejak tanggal 16 September 2020 dan meninggal dunia Jumat (18/9-2020) malam sekitar jam 23.05 WIB. Beliau, setelah kondisinya membaik, sempat diperbolehkan pulang. Namun selang beberapa hari  kondisinya memburuk hingga tanggal 16 September kembali dibawa ke RS Mardi Rahayu,” ujar Nur Sufa’an, Senin (21/9/2020) secara terpisah.

Sedangkan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kabupaten Jepara Subandi berkaitan dengan kejadianini meminta agar seluruh satuan pendidikan SMK  di Jepara selalu memedomani protokol kesehatan.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...