Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Disidak, Pedagang yang Diduga Sewa Ilegal Los di Pasar Rakyat Kudus Tak Jualan

MURIANEWS,Kudus – Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus melakukan sidak ke Pasar Rakyat, Senin (21/9/2020). Ini dilakukan setelah adanya kabar terkait salah seorang oknum pedagang melakukan praktik sewa-menyewa los secara ilegal yang ada di pasar tersebut.

Padahal seharusnya, pemanfaatan los di Pasar Rakyat Kudus itu gratis, dan bukan untuk disewakan atau diperjualbelikan.

Dari pantauan MURIANEWS di lapangan, pedagang yang berjualan di los nomor 65 dan 66 yang ditenggarai menyewa dari salah seorang oknum pedagang ternyata sedang tidak berjualan.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti mengatakan, akan melakukan sidak kembali Ke Pasar Rakyat. Karena pedagang yang akan dimintai keterangan dan ditenggarai sudah menyewa salah satu los dari oknum pedagang sedang tidak berjualan.

“Akan kami cek kembali, dari keterangan pedagang lain kalau Senin pedagang yang menempati los tersebut memang libur.  Jika ditemukan benar pedagang tersebut menyewa dari salah seorang oknum pedangang, maka sementara los yang disewa akan dikosongkan,” katanya.

Ia memastikan, jika praktik sewa-menyewa tersebut benar, oknum yang bersangkutan akan dipanggil dan dimintai keteragan. Padahal, menurutnya para pedangang yang berjualan di Pasar Rakyat memang belum diberi surat pendasaran.

“Kalau kami beri surat sekarang dan mereka tidak berjualan, untuk menghindari ada praktik jual beli atau sewa menyewa los. Maka jika memang sudah dibuat jualan baru akan diberi surat pendasaran,” jelasnya.

Sementara salah seorang sumber menyebut jika ia ditawari los nomor 103 oleh salah seorang oknum dengan harga Rp 2,5 juta per tahun. Padahal los satunya yang kini sudah disewa salah seorang pedagang ikan hanya Rp 2 juta per tahun.

“Kalau gak 65 (nomor los) ya 66 itu Rp 2 juta. Los yang saya tempati saat ini tidak kelihatan dan sepi, makanya ingin pindah tapi malah ditawari disuruh menyewa. Kadang saya sambil jualan online dan berkeliling biar laku,” jelasnya.

Baca: Ada Isu Pedagang Pasar Rakyat Kudus Sewakan Los ke Pihak Lain, Ini Jawaban Dinas Perdagangan

Sumber lain juga menyebut ada juga dua los lain yang kini sudah pindah tangan, yakni los nomor 100 dan 101. Padahal menurutnya, petunjuk dari dinas tidak boleh dijual-beli, disewakan ataupun pindah dari los yang sudah didapatkan.

“Itu sistem sewa atau beli saya kurang tahu, intinya sekarang sudah pindah tangan. Oknumnya berbeda dengan yang 103 sama 66,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan Beredar isu jika ada pedagang yang mengalihkan hak pakai los di Pasar Rakyat dengan dikontrakkan ke pedagang lain. Informasinya, nilai sewanya Rp 2 juta per tahun.

Padahal los yang berada di Pasar Rakyat Kudus, bukan untuk diperjualbelikan ataupun dikontrakkan. Sebab, Pemkab Kudus menyediakan los-los tersebut secara gratis untuk berdagang dagangan basah baik bagi pedagang baru, ataupun pedagang lama pindahan dari Pasar Baru.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...