Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dana Tak Terduga untuk Tangani Covid-19 di Kudus Ditambah, Jadi Rp 85,57 Miliar

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menambah anggaran belanja tidak terduga di Perubahan APBD 2020. Jika semula pada pos tersebut berisi Rp 83,57 miliar, kini ditambah menjadi Rp 85,57 miliar.

Jumlah anggaran pada belanja tak terduga sendiri, nantinya akan dialokasikan untuk menanggulangi dan menekan penularan Covid-19 di Kota Kretek.

“Perubahan APBD 2020 ini, belanja tak terduganya dinaikkan menjadi Rp 85,57 miliar,” kata Plt Bupati Kudus HM Hartopo dalam rapat paripurna di DPRD Kudus, Jumat (18/9/2020).

Dengan adanya peningkatan belanja tidak terduga tersebut, lanjut dia, Pemkab Kudus akan fokus menangani pandemi Covid-19 dan dampak pandemi. Seperti pada bidang kesehatan, jaring pengaman ekonomi dan jaring pengaman sosial.

Selain itu, belanja daerah dalam Perubahan APBD 2020 juga direncanakan naik sebesar Rp 230,97 miliar. Sebagian besar dari jumlah tersebut, sebagian besar digunakan untuk mendukung program kegiatan yang bersumber dari APBN.

“Serta kegiatan-kegiatan penanganan Covid-19,” terangnya.

Sementara untuk pos belanja tidak langsung, dijelaskan kenaikannya mencapai Rp 192,78 miliar atau 18,02 persen dari semula Rp 1,07 triliun menjadi Rp 1,26 triliun.

Sementara untuk pos belanja langsung, kata dia, mengalami peningkatan sebesar Rp 38,18 miliar dari semula Rp 841,43 miliar menjadi Rp 879,61 miliar.

Ia mengungkapkan adanya kenaikan belanja daerah tersebut, terutama untuk menampung kegiatan yang bersumber dari APBN, penggunaan sisa lebih penggunaan anggara (Silpa) tahun anggaran 2019 dan kegiatan penanganan Covid-19 di belanja tidak terduga.

“Sementara pembiayaan netto pada Perubahan APBD 2020, meningkat sebesar Rp 84,21 miliar dari anggaran semula sebesar Rp 100,8 miliar menjadi Rp185,01 miliar,” jelasnya.

Kenaikan anggaran belanja daerah, juga didukung dengan pendapatan daerah pada Perubahan APBD 2020 yang mengalami peningkatan sebesar Rp 146,75 miliar. Dari semula Rp 1,81 triliun menjadi sebesar Rp 1,95 triliun.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...