Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Dikomplain Wali Murid, Ketua DPRD Langsung Tinjau Kerusakan SD 2 Puwosari Kudus

MURIANEWS, Kudus – Keluhan terhadap kerusakan gedung SD 2 Purwosari Kudus, disuarakan oleh orang tua siswa di media sosial. Salah satunya dengan membuat surat terbuka yang ditujukan pada para pemangku kepentingan di Kudus untuk segera melakukan perbaikan.

Ketua DPRD Kudus Masan dan anggota Komisi D dan Disdikpora, Jumat (18/9/2020) pagi langsung datang ke sekolah tersebut. Ia memeriksa ruang-ruang yang mengalami kerusakan.

Dari pemeriksaan itu diketahui jika empat dari enam ruang kelasnya kini memang rusak. Yang paling parah, adalah di kelas 3. Di mana bangunan sudah disangga tiang bambu.

“Sudah sekitar dua tahun ini kelasnya tidak terpakai, kalau hujan juga banjir,” ucap operator sekolah Rahardiani.

Menurut keterangannya, pihak sekolah juga sudah berkali-kali mengajukan proposal perbaikan. Namun memang baru sebatas di survei oleh dinas terkait.

“Sehingga jika tahun ini kami diberi anggaran untuk perbaikan, kami senang sekali walau tak semuanya bisa diperbaiki,” terangnya.

Sementara itu, Masan mengatakan, proses perbaikan SD ini akan dilakukan dalam waktu dekat. Ia menyebut, telah disiapkan dana dari Perubahan APBD 2020 untuk melakukan di SD 2 Purwosari dan sejumlah sekolah lain.

“Ada sejumlah sekolah, masing-masing dapat sekitar Rp 200 juta, termasuk SD 2 Purwosari ini,” katanya.

Pihaknya pun meminta Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus untuk segera melaporkan sekolah-sekolah yang mengalami kerusak dengan skala prioritas.

Sehingga ketika dikucuri anggaran perbaikan pada tahun 2021 mendatang, penggunaannya bisa tepat sasaran.

“Jadi anggarannya bisa benar-benar digunakan untuk rehab sekolah yang sudah parah,” ujarnya.

Baca: Bikin Surat Terbuka, Wali Murid SD 2 Purwosari Kudus Komplain Kondisi Sekolah yang Rusak

Beberapa kriteria sekolah yang perlu dijadikan prioritas, kata dia, adalah seperti sekolah yang kerap dilanda kebanjiran. Hingga sekolah-sekolah yang atapnya benar-benar sudah runtuh. “Kami harap Disdikpora segera melaporkannya,” terangnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memproyeksikan sejumlah SD di Kudus untuk menjadi SD unggulan. Setidaknya, satu SD di masing-masing kecamatan.

Untuk progam ini, lanjut Masan, akan dikucuri anggaran sedikitnya Rp 4 miliar hingga Rp 6 miliar. Anggaran tersebut, akan digunakan penuh untuk pembangunan infrastruktur sekolah percontohan.

“Semisal pembangunan untuk menunjang ekstra kurikuler hingga menyesuaikan kebutuhan zaman,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, akun Facebook bernama Larasati-Lawyer mengunggah surat terbuka terkait kondisi SD 2 Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus. Bangunan sekolah itu disebutkannya dalam kondisi tak layak untuk kegiatan belajar mengajar.

Surat terbuka yang menandai 12 akun lain itu ditujukan kepada Plt Bupati Kudus, Plt Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Ketua DPRD Kudus, dan anggota DPRD yang membidangi.

Dalam surat terbuka itu ia mengeluhkan kerusakan bangunan yang tak kunjung diperbaiki.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...