Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Ketersediaan Pupuk Subsidi di Kudus Jelang Masa Tanam Dipastikan Masih Aman

MURIANEWS, Kudus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi di Kudus masih cukup untuk memenuhi kebutuhan petani di Kota Kretek. Terlebih, saat masa tanam pertama (MT I) bulan Oktober 2020 mendatang.

Anggota Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kudus Catur   Abdullah Muttaqin memastikan hal tersebut.

Ia mengatakan, sebagian petani akan mengawali musim tanam padinya pada akhir September hingga Oktober 2020 mendatang. “Masih aman untuk petani-petani di Kudus,” kata dia Kamis (17/9/2020) sore.

Untuk memastikan kesiapannya, pihak-pihak terkait termasuk pihak kepolisian juga telah meninjau masing-masing gudang distributor pupuk besubsidi. “Sehingga benar-benar ada barangnya,” ujarnya.

Hasilnya, lanjut dia, pupuk bersubsidi memang masih tersedia di gudang. Selain itu, gudang juga telah siap menerima distribusi pupuk untuk disalurkan ke petani melalui kios pupuk lengkap (KPL).

Walau demikian, pihaknya tidak memungkiri jika untuk memenuhi kebutuhan petani pada bulan November dan Desember 2020, perlu ada penambahan alokasi pupuk.

“Meskipun untuk sementara pupuk yang tersedia aman,  tapi tetap butuh penambahan,“ katanya.

Mulainya musim tanam juga kata dia, disesuaikan dengan rencana penggelontoran air dari Waduk Kedung Ombo ke areal persawahan petani bulan ini.

“Sehingga awal bulan Oktober, para petani bisa menanam tanaman padinya tanpa terkendala,” tandasnya.

Untuk diketahui, alokasi pupuk bersubsidi tahun 2020 di Kudus terdiri dari pupuk urea sebanyak 7.600 ton, pupuk SP36 sebanyak 813 ton, ZA sebanyak 2.565 ton, organik sebanyak 1.400 ton, dan pupuk NPK sebanyak 7.287 ton.

Jamaah, salah satu petani dari Desa Pedawang, Kudus mengatakan untuk saat ini pihaknya sudah bisa membeli pupuk bersubsidi.

Walau demikian, beberapa pekan lalu ia bersama petani lainnya sempat kesulitan mencari pupuk bersubsidi. “Semoga tidak susah lagi,” tandasnya.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...