Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

DPRD Kudus Minta Kisruh Anggaran Persiku Segera Diselesaikan

MURIANEWS, Kudus – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kudus meminta kisruh mengenai anggaran antara Persiku Kudus dan Askab PSSI Kudus diselesaikan secara internal terlebih dahulu.

Yakni dengan melibatkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kudus dan manajemen Persiku lama dalam hal ini manajemen tahun 2019, untuk duduk bersama.

“Sehingga ada kejelasan dan transparansi dari segi penggunaan anggaran,” kata Ketua Komisi D DPRD Kudus Mukhasiron usai rapat koordinasi dengan KONI, Askab PSSI, dan manajemen Persiku, Kamis (17/9/2020).

Dari segi pelaporan pencairan anggaran, kata dia, KONI dan manajemen Persiku Kudus telah melakukan pelaporan anggarannya. Sementara Askab PSSI  Kudus, diminta untuk segera melaporkannya.

“Askab memang belum, harapannya bisa segera dilaporkan melalui KONI,” kata dia.

Soal kepastian penambahan suntikan dana untuk skuad Macan Muria, Mukhasiron mengaku belum bisa berbicara banyak. Selama Askab belum membuat laporannya, maka suntikan dana belum bisa dilakukan.

“Rencana akan ditambahi Rp 1,6 miliar, tapi tergantung ASKAB nanti,” jelas dia.

Sementara Manajer Persiku Kudus Sunarto berharap pihak Askab bisa segera menyerahkan laporan penggunaan anggarannya. Mengingat kucuran dana Persiku, saat ini bergantung pada Askab.

Selain itu, pihaknya pun berharap Askab bisa transparan soal jumlah uang yang tengah mereka bawa. “Walau demikian mereka adalah ayah kami, kami tetap menghormatinya,” ucap dia.

Narto menambahkan, Persiku pada termin pertama sudah diberi dana sebesar Rp 400 juta. Jumlah tersebut, sudah digunakan untuk biaya operasional seleksi hingga mengikat pemain.

“Sekarang tersisa sekitar Rp 47 juta, itu sudah tidak cukup, makanya kami ajukan lagi,” katanya.

Pihaknya pun sangat berharap, Askab bisa mencairkan dana operasional Persiku yang disepakati bernilai Rp 1,7 miliar. Walau menurutnya, terdengar suara jika uang operasional itu sudah digunakan untuk membayar utang manajemen lama.

“Kami sudah mengajukan laporan penggunaan anggaran dan rencana belanja, kami harap Askab bisa segera mencairkannya,” jelas dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...