Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Film Moriah, Kado dari Para Seniman untuk Hari Jadi Kudus

MURIANEWS, Kudus – Sejumlah seniman di Kota Kretek tak kehilangan kreativitas di tengah pandemi Covid-19 dengan membuat karya seni bertajuk Arts Exhibition “Moriah”. Mereka tergabung dalam komunitas seni yang dinamakan Pimpimpoh.

Karya seniman ini akan dijadikan menjadi sebuah kado bagi Kabupaten Kudus yang sebentar lagi akan merayakan hari jadinya yang ke-471.

“Moriah sendiri merupakan film dokumenter yang berdurasi sekitar 90 menit. Dan berisi teatrikal, pameran seni, pembacaan puisi, tari, hingga live street art performance,” kata ketua pelaksana sekaligus sutradara film Afif Khoiruddin, Rabu (16/9/2020).

Ia menyatakan Moriah diambilnya dari penggabungan salah satu identitas Kabupaten Kudus yakni Gunung Muria dan kata  ‘meriah’.

“Biar mudah jadi kami buat Moriah. Inisiatif untuk mendampingkan multidisiplin seni dalam karya fim dokumenter Pimpimpoh kali ini memang berawal dari kebingungan, kejenuhan, kegelisahan, kemarahan, keisengan, dan keyakinan masing-masing individu saat pandemi,” jelasnya

Pembuatan film dokumenter tersebut, lanjut Afif merupakan bentuk kreativitas mereka di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya, pertunjukan seni di masa pandemi ini memang belum mendapatkan izin dari pemerintah.

“Yang pasti, dengan film ini kami ingin turut menyemarakkan HUT Kudus pekan depan dengan hasil karya seni kami. Di film ini kami ingin memperkenalkan seni dan pentingnya sejarah dengan menelisik identitas kota yang mulai bias sebab pemangkasan sejarah,” paparnya.

Untuk membuat film ini mereka menggunakan bangunan eks Matahari Mall, yang kini mangkrak akibat kebakaran beberapa tahun lalu.

Film Moriah itu rencananya akan di-launching pada 23 September 2020 mendatang, atau bertepatan dengan HUT Kudus. Pihaknya akan me-launching film tersebut di Youtube Wikipuisi.

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...