Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pandemi, Penjualan Batik di Pati Sempat Turun Hingga 95 Persen

MURIANEWS, Pati – Masa pandemi ini, sektor ekonomi kreatif dari produsen batik bakaran juga terkena dampaknya. Bahkan penjualan sempat mengalami penurunan hingga 95 persen.

Hal itu diakui oleh Tamzis Al Annas, produsen batik Desa Langgenharjo, Kecamatan Juwana. Bahkan dirinya mengaku sempat mengurangi tenaga kerja lantaran penjualan mengalami penurunan drastis.

“Sebelum pandemi, penjualan bisa mencapai seribu batik dalam satu bulan. Tetapi ketika pandemi ini, penjualan hanya 50 batik saja per bulannya. Ini kan penurunanya sama dengan 95 persen,” katanya, Rabu (16/9/2020).

Dia menambahkan, penurunan itu mulai terjadi pada April hingga Juni lalu. Kemudian memasuki new normal, prospek penjualan perlahan mulai stabil. Hanya saja memang tidak bisa seperti sebelum pandemi.

“Pada saat itu (April-Juni) kami akui memnag sampai mengurangi tenaga kerja. Tetapi hanya beberapa saja,” imbuhnya.

Meaki demikian, untuk produksi diakui tidak mengalami penurunan. Setiap hari, pihaknya mampu memproduksi hingga 40 batik. Kalaupun di masa pandemi ini tidak terjual setidaknya ada stok untuk penjualan berikutnya.

“Produksi tetap sama, tidak ada perubahan. Kita buat stok lah, minimal untuk persiapan 2021 kalau nanti ada pesanan banyak,” terangnya.

Tamzis mengatakan, untuk saat ini pihaknya menggenjot di pasar online. Sedangkan, pasar offline dinilainya cukup terbatas, apalagi situasinya masih genting. Sehingga, berbagai strategi marketing pun dia lakukan.

“Terus terang, yang kami genjot memang pasar online. Kan ini tidak terbatas, artinya bisa menjangkau semu wilayah,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...