Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Susah Sinyal, Semua Siswa SMP Satu Atap di Kudus Ini Harus Datang ke Sekolah Ambil Soal PTS

MURIANEWS, Kudus – SMP 3 Satu Atap (Satap) Undaan yang berlokasi di Desa Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus harus menggelar penilaian tengah semester (PTS) secara luring (luar jaringan). Pasalnya di daerah SMP tersebut sangat terkendala terkait jaringan internet.

Padahal seharusnya, PTS di daerah ini digelar secara daring. Alhasil, seluruh siswa SMP ini harus datang ke sekolah untuk mengambil soal PTS dan mengerjakannya di rumah.

Wali Kelas Sembilan SMP 3 Satap Undaan Panti Baridatussyifa mengatakan, selain keterbatasan akses internet, ada beberapa siswa yang tidak mempunyai HP Android. Sehingga pihaknya melaksanakan PTS tersebut secara luring.

“Kalau tidak adaWiFi, kasian anak-anak karena di sini mendapatkan sinyal internet sulit. Harus ke tempat seperti balai desa. Dan ada 13 siswa yang kami pinjami HP itupun tidak semuanya, jadi kami lebih memiilih luring, guru juga kadang transit ke rumah siswa untuk memastikan semua siswa sudah paham,” katanya, Selasa (15/9/2020)

PTS sendiri digelar selama satu pekan mulai Senin (14/9/2020) hingga Sabtu (19/9//2020). Setiap harinya, ada dua mata pelajaran, dan totalnya ada sebelas mata pelajaran yang diujikan pada UTS kali ini.

“Siswa mengumpulkan (jawaban) kembali saat pengambilan soal PTS keesokan harinya,” jelasnya.

Sementara, untuk total siswa di sekolahan tersebut sebanyak 53 orang. Rinciannya kelas tujuh 18 siswa, kelas delapan 19 siswa, dan kelas sembilan 16 siswa. Dari jumlah tersebut didominasi dari warga Desa Wonosoco sendiri.

“Ada beberapa siswa dari desa lain seperti Desa Kutuk, dan Desa Tambirejo Demak. Alhamduilillah dari tahun-ke tahun semakin banyak jumlah siswanya,” jelasnya.

Sementara, salah seorang siswa kelas tujuh Nur Rochmat (12) mengaku tidak kesulitan saat mengerjakan PTS luring itu. Karena di malam hari sebelum PTS ia selalu belajar terlebih dahulu. Jika ada yang susah ia lebih memilih untuk mengerjakannya paling akhir.

“Kalau ada yang sulit saya lewati dulu, kerjakan yang mudah dulu,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...