Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Pandemi, Produsen Rokok Golongan Tiga di Kudus Ketiban Rezeki

MURIANEWS, Kudus – Produsen rokok golongan tiga di Kudus masih eksis walau badai pandemi masih melanda. Sejumlah pesanan pun masih terus berdatangan dari luar kota.

Bahkan di masa pandemi ini, sejumlah perusahaan rokok kelas tiga ini seperti ketiban rezeki. Itu terjadi lantaran banyak perokok yang beralih membeli rokok berharga murah.

Salah satu perusahaan rokok golongan tiga yang eksis di tengah pandemi adalah PR Betoro Guru. Pemiliknya, Syafii, mengaku masih melayani banyak permintaan selama masa pandemi ini.

“Tidak ada penurunan produksi walau pandemi, jadi sampai saat ini belum ada penurunan permintaan,” katanya, Senin (14/9/2020) siang.

PR Betoro Guru miliknya pun di tiap harinya bisa memproduksi sekitar 40 ball rokok Menoro Coklat. Perballnya, kata dia, adalah sebanyak 200 bungkus rokok. Sementara per bungkusnya, berisi 12 batang rokok.

“Kami mempekerjakan setidaknya 75 orang untuk memenuhi kebutuhan pasar,” ujarnya.

Rokok-rokok hasil produksinya tersebut lantas dikirim ke sejumlah daerah di Pulau Jawa dan Sumatera. “Semua pendistribusian masih aman,” terangnya.

Soal mengapa rokok golongan tiga tak terpengaruh pandemi, Syafii menduga jika banyak orang beralih ke rokok murah di era pandemi seperti ini. Karena stabilitas ekonomi juga tengah goyah.

“Jika rokok kelas atas paling murah Rp 14 ribu, kami hanya Rp 8 ribu saja,” jelas dia.

Pihaknya pun menambahkan, lebih enak berdagang dengan merek bercukai legal daripada ilegal.

“Walau untungnya sedikit tapi bisa tidur nyenyak,” tandasnya.

Terpisah, Kepala KPPBC Tipe Madya Cukai Kudus Gatot Sugeng Wibowo mengatakan, rokok golongan II dan III memang mendapatkan momentum yang tepat di era pandemi ini. Hal itu dikarenakan adanya penurunan daya beli di masyarakat.

“Karena pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang mengalami penurunan daya beli sehingga banyak yang beralih ke produk rokok yang lebih murah,” jelas dia.

 

Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...