Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Sirup Parijoto Muria Kian Moncer, Pesanan Naik Empat Kali Lipat

MURIANEWS, Kudus – Popularitas buah parijoto khas Muria yang sueah menyebar ke berbagai tempat, menjadikan produk turunannya pun ikut diburu. Apalagi buah ini dipercaya mempunyai segudang manfaat.

Salah satu produk turunan parijoto yang kini tengah naik daun yakni sirup parijoto. Permintaanya kini bahkan naik hingga empat kali lipat saat pandemi ini.

Ini diakui oleh Triyanto, produsen sirup parijoto di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kudus. Ia mengakui saat awal pandemi, permintaan sempat turun, namun kini justru melejit.

Dalam sepekan ia membutuhkan hingga sembilan kuintal parijoto guna memproduksi sirup ini. Padahal sebelumnya hanya satu hingga dua kuintal saja.

“Sebelum mengalami lonjakan permintaan, dua pekan awal pandemi itu permintaan turun. Tapi mulai pekan ketiga permintaan sangat banyak, meningkat sampai empat kali lipat,” kata Triyanto, Jumat (11/9/2020).

Menurutnya satu kuintal buah parijoto saat diproses bisa menjadi seratus liter sirup. Karena ada kenaikan permintaan, hingga empat kali lipat, dalam sepekan ia bisa memproduksi 900 liter sirup yang dikemas dengan berbagai ukuran.

“Kenaikan ini menurut saya, karena pandemi banyak yang punya waktu luang di rumah. Sehingga waktu promosi reseller-reseller intensitasnya meningkat, jadi orderan juga ikut meningkat. Sampai-sampai, produksinya harus siang-malam untuk memenuhi permintaan,” terangnya.

Baca: Parijoto Khas Muria Kini Diolah Jadi Teh Celup dan Tubruk, Ini Harga Jualnya

Untuk harganya ia mematok sebesar Rp 45 ribu untuk kemasan 250 ml, Rp 65 ribu untuk 350 ml, Rp 90 ribu untuk 500 ml, dan Rp 130 ribu untuk 630 ml. Meski demikian, ia mengaku harga bahan baku saat musim kemarau ini cukup mahal hingga Rp 150 ribu per kilogram.

“Kalau harga bahan baku itu berubah-ubah, pernah Rp 100 ribu perkilo. Pernah juga turun hingga Rp 40 ribu perkilo di awal pandemi saat panen raya, apalagi saat itu wisata Muria tutup. Jika tidak ada produk olahan dari buah parijoto, buah tersebut bisa terbuang karena membusuk,” tandasnya.

 

Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...