Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

KPU Solo: Paslon Pilkada Hanya Boleh Gelar Kampanye Terbuka Satu Kali

MURIANEWS, Solo — Pasangan calon atau paslon peserta pilkada kali ini hanya diperbolehkan menggelar rapat umum terbuka satu kali selama masa kampanye. Sisanya, mereka diminta memaksimalkan kampanye daring.

Ketentuan itu mengacu pada revisi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU), utamanya pada poin kampanye yang diatur menyesuaikan Pandemi Covid-19.

Ketua KPU Solo, Nurul Sutarti, mengatakan tatap muka dialog diperbolehkan tapi tetap harus menerapkan protokol kesehatan, pesertanya maksimal 50 orang.

“Rapat umum terbuka paling banyak dihadiri 100 orang, dilaksanakan di ruang terbuka, hanya sekali. Jadwalnya nanti kami yang menentukan,” kata dia seperti dikutip Solopos.com.

Sesuai ketentuan KPU, lanjut Nurul, masa kampanye berlangsung tiga hari setelah ditetapkan sebagai paslon resmi hingga 14 hari sebelum masa tenang.

Nurul Sutarti mengatakan saat ini pihaknya tengah menunggu hasil tes kesehatan yang bakal diterima pada Sabtu (12/9/2020).

Sesudah berkas kesehatan dan lainnya terkumpul, tambah dia, paslon diberi waktu dua hari pada 13-14 September 2020 untuk melakukan perbaikan jika ada syarat yang kurang.

“Hasil tes kesehatan tersebut kami hanya memberikan informasi memenuhi syarat (MS) atau tidak memenuhi syarat (TMS). Pengumuman dilakukan 23 September, kemudian 24 September pengundian nomor urut paslon, 25 September penyampaian dana kampanye, 26 September mulai kampanye, rapat umum, serta promosi di media massa,” jelas Nurul.

Lebih lanjut, Nurul menyebut pelaksanaan debat publik nantinya tidak diperbolehkan mendatangkan pendukung. Hanya dihadiri paslon berikut timnya, serta dari KPU yang maksimal hanya boleh dihadiri 50 orang.

“Kami berkontak dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) intinya penyelenggara pemilihan, baik dari tokoh paslon dan timnya harus lebih ketat melaksanakan protokol kesehatan untuk pengendalian Covid-19. Jangan sampai pelaksanaan pemilihan jadi klaster baru,” ucap Nurul.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, mengaku tak akan menggelar kampanye terbuka.

“Aturan baru aku ora nganggo (tidak mengadakan) rapat terbuka. Tertutup terus. Per kelurahan paling hanya 100-200 orang, begitu. Kemarin saat mengantarkan pendaftaran itu ramai ya karena antusiasme kader. Sebenarnya sudah dilarang, tapi mau bagaimana lagi,” jelas Rudy.

 

Penulis: Supriyadi
Editor: Supriyadi
Sumber: Solopos.com

Comments
Loading...