Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Kekeringan di Grobogan Makin Parah, 97 Desa Mulai Krisis Air

MURIANEWS, Grobogan – Jumlah desa di Grobogan yang dilanda bencana kekeringan bertambah cukup siginifikan. Data hingga Rabu (9/9/2020) sudah ada 97 desa yang dilanda kekeringan dan krisis air bersih.

Desa-desa itu pun mengajukan bantuan air bersih ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan.

Kondisi sebelumnya, baru ada 36 desa di enam kecamatan yang mengajukan bantuan air bersih hingga 24 Agustus 2020. Kemduian, hingga 31 Agustus 2020, jumlah desa yang mengalami kekeringan bertambah jadi 62 desa.

Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih mengungkapkan, 97 yang mengalami kekeringan itu tersebar di 14 kecamatan.

Yakni, Kecamatan Brati (3 desa), Wirosari (3 desa), Tawangharjo (8 desa), Kedungjati (6 desa), Tanggungharjo (4 desa), Kradenan (14 desa), Toroh (10 desa), Karangrayung (9 desa), Pulokulon (13 desa), Penawangan (1 desa), Geyer (2 desa), Grobogan (9 desa), Gabus (12 desa) dan Purwodadi (2 desa dan 1 kelurahan).

“Dari data ini, yang mengalami kekeringan paling parah ada tiga kecamatan. Yakni, Kecamatan Gabus, Kradenan, dan Pulokulon yang sebagian besar desanya mengalami kekeringan,” jelas Endang, Kamis (10/9/2020).

Endang menjelaskan, untuk mengurangi dampak kekeringan itu, pihaknya sudah mulai menyalurkan bantuan air bersih sejak Senin (24/8/2020). Hingga Rabu (9/9/2020) kemarin, sudah disalurkan bantuan air bersih sebanyak 272 tangki ke desa yang mengalami kekeringan tersebut.

Untuk kegiatan droping air bersih tahun ini, pihaknya memiliki anggaran sekitar Rp 233 juta. Dalam penyaluran bantuan air bersih itu pihaknya bekerja sama dengan PDAM Grobogan. Selain itu, sejumlah pihak lainnya juga sudah mulai ikut mendistribusikan bantuan air bersih.

Endang meminta kepada pihak desa agar segera melaporkan kondisi wilayahnya yang mengalami bencana kekeringan. Dengan demikian, pihaknya bisa secepatnya menjadwalkan pengiriman bantuan air bersih.

 

Reporter: Dani Agus
Editor: Ali Muntoha

Comments
Loading...