Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Muncul Anggapan Penanganan Jenazah Covid-19 di Jepara Jadi Ladang Bisnis, Begini Faktanya

MURIANEWS, Jepara – Di tengah upaya penanganan pandemi Covid-19, di masyarakat Jepara terkadang muncul pertanyaan-pertanyaan miring terkait pembiayaannya. Khususnya dalam penanganan jenazah untuk kasus-kasus Covid-19.

Sebagian masyarakat menilai hal ini adalah bagian dari kepentingan bisnis dari lembaga pelayanan kesehatan masyarakat. Pasalnya, dari penanganan kasus-kasus covid ini, mereka bisa mengklaim biaya ke pemerintah. Lalu bagaimana situasi yang sebenarnya?

Untuk biaya pemakaman kasus covid, baik yang terkonfirmasi positif covid atau probable covid, sesuai dengan aturan semua ditanggung oleh pemerintah.

Namun, karena beban tugasnya berat, berisiko, dan tidak kenal waktu, para petugas pemakaman di Jepara diberikan uang insentif oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (STPC) Jepara.

Petugas pemakaman ini ditunjuk oleh STPC Jepara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara.

Menurut M Zaenudin, salah satu anggota Tim Pemakaman STPC Jepara, sebagai uang lelah setiap petugas pemakaman mendapatkan insentif sebesar Rp 100 ribu per orang untuk setiap kegiatan pemakaman.

Dalam setiap kegiatan pemakaman ada 15 petugas yang terlibat, sehingga secara akumulatif honor tim nilainya sebesar Rp 1,5 juta.

Sesuai Peraturan Bupati Jepara Nomor 32 Tahun 2020, tentang Penyelenggaraan Pelayanan Pemulasaraan dan Pemakaman Terhadap Jenazah Akibat Infeksi Covid-19, semua biaya tersebut ditanggung Pemerintah Daerah.

“15 orang itu rincian petugasnya, ada seorang petugas checker, seorang petugas dekontaminasi, seorang petugas dokumentasi, enam orang petugas pengangkat peti jenazah, enam orang operator tali penurunan peti jenazah,” katanya.

“Setelah peti jenazah dimasukkan ke liang makam, 12 orang secara bergantian melakukan pengurugan dan pemadatan makam hingga mengatur letak batu nisan. Satu orang bertugas adzan, sesuai keyakinan keluarga. Dan seorang lagi bertugas doa/tahlil dan talqim sesuai kondisi keyakinan keluarga,” ujar M Zaenudin, Kamis (10/9/2020).

Ia menambahkan, petugas pemakaman Covid, dalam hal ini juga melibatkan beberapa pihak terkait.

Di antaranya dari SAR Jepara, Pramuka Peduli (Pramuli) Kwarcab Jepara, Unit Bantu Pertolongan Pramuka (UBALOKA) Kwarcab Jepara, Lembaga Penanggulangan Bencana Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Jepara, Banser Tanggap Bencana (BAGANA), Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM), dan SAR Forum Komunikasi Aktivis Masjid (SAR KAM).

Secara bergiliran tim yang dibentuk dari unsur-unsur tersebut melaksanakan tugas pemakaman dan harus standby 24 jam. Karena sesuai protokol covid, pemakaman harus secepatnya dilaksanakan.

Sementara itu, terkait dengan biaya-biaya yang timbul dalam penanganan kasus covid di fasilitas kesehatan, Juru Bicara STPC Jepara, Muh Ali menyebutkan memang ada klaim yang bisa diajukan.

Klaim tersebut diajukan ke Kementrian Kesehatan, yang kemudian diverifikasi oleh verifikator BPJS, sebelum kemudian klaim dibayar oleh BPJS. Mengenai nominalnya, Muh Ali menyatakan tidak bisa memastikan. Karena hal itu yang menetukan adalah Kemenkes dan BPJS.

“Jadi memang benar biaya yang timbul bisa diklaim ke pemerintah dalam hal ini BPJS. Tentu ada prosedurnya. Berapa klaim yang diterima, juga yang menentukan pihak Kemenkes dan BPJS,” ujar Muh Ali, secara terpisah.

 

Reporter: Budi Erje
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...