Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Bapeltan Jateng Ajari Emak-Emak di Pati Olah Hasil Pertanian

MURIANEWS, Pati – Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Provinsi Jawa Tengah memberikan bimbingan agribisnis pengolahan hasil pertanian kepada emak-emak yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Pati.

Bimbingan berlangsung selama tiga hari, yakni mulai Selasa hingga Kamis itu, dipusatkan di CV Mahakarya Mulya, Desa Kedung Bulu, Kecamatan Gembong.

Staf Administrasi Bapeltan Jateng Hasan Muhadjir mengatakan, bimbingan ini dilakukan untuk meningkatkan ketahanan pangan saat dilanda pandemi. Dengan demikian, diharapkan anggota KWT tetap bisa bertahan meskipun kondisi ekonomi keluarga sedang terguncang.

“Kami mengadakan pelatihan ini di lima kabupaten, yakni di Klaten, Pati, Purbalingg, Wonosobo dan Kendal. Untuk Pati sendiri adalah gelombang yang kedua,” katanya, Rabu (9/9/2020).

Hasan menjelaskan, saat ini ada banyak KWT di berbagai kota. Tentunya, ini harus direspon positif. Sebab, keberadaan mereka justru akan membantu pemnafaatan pertanian dalam teknis pengolahannya.

Bahkan kalau KWT itu cerdas, pengolahan hasil produk pertanian justru akan mempunyai nilai jual lebih tinggi. Kreatifitas inilah yang seharusnya dimiliki oleh KWT.

“Berbeda apabila produk pertanian itu tidak diolah, hasilnya diserahkan pasar. Tetapi apabila sudah diolah menjadi makanan ataupun olahan siap konsumsi, tentu akan mendapatkan nilai tambah tersendiri,” terangnya.

Apalagi, lanjut Hasan, di masa pandemi ini masyarakat memnag dituntut untuk lebih kreatif memanfaatkan hasil pertankan. Sehingga nantinya bisa menekan biaya pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari.

Karena itulah, bimbingan ini dinilai sangat penting. Meakipun terbatas hanya 20 peserta, tetapi setidaknya mereka nanti bisa menularkan ilmu yang didapatkan kepada warga yang lainnya.

“Setelah pelatihan, kami tetap akan mengadakan evaluasi dan monitoring berkelanjutan. Tujuannya agar dari pelatihan ini memunculkan KWT yang bisa menjaga ketahanan pangan,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...