Portal berita lokal yang menyajikan informasi dari Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan secara cepat, tepat, dan akurat.
Banner Kuping Kanan
Banner Kuping Kanan

Selain Ngaku LSM, Pengancam Pembunuhan Kades Tlogorejo Pati Juga Ngaku Jurnalis

MURIANEWS, Pati – Kasus pengancaman Kepala Desa (Kades) Tlogorejo, Kecamatan Winong Lasman, yang dilakukan oleh oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) masih berlanjut. Tak hanya ngaku LSM, pelaku juga dikatakan mengaku sebagai jurnalis.

Izzudin Arsalan, kuasa hukum Kades Tlogorejo mengatakan, sebelumnya korban memang sudah mengadukan ke Polres Pati terkait pengancaman itu. Saat ini, prosesnya baru klarifikasi kebenaran, pengumpulan bukti-bukti tambahan, dan permintaan saksi.

“Dari situ, pelaku mengaku sebagai oknum LSM dan jurnalis. Diduga kuat pelaku adalah Heri Petik Manding. Kami selaku kuasa hukum yang ditunjuk pak Lasman, akan mengawal kasus ini sampai selesai,” katanya saat konferensi pers di kantor Pasopati, Rabu (9/9/2020).

Baca: Diteror Akan Dibunuh, Kades Tlogorejo Pati Lapor Polisi

Dalam kasus ini, pihaknya juga sudah menyiapkan produk hukum untuk menjerat pelaku. Payung hukum yang digunakan sendiri adalah Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Karena ini pelangarannya dilakukan melalui transaksi elektronik, kami akan memggunakan pasal 29 UU ITE jo. Pasal 45B UU 19/2016,” jelasnya.

Untuk ancaman pidananya sendiri, pelaku akan dikenakan penjara paling lama empat tahun penjara atau denda paling banyak Rp 750 juta. Akan tetapi, karena pelaku ini mengaku oknum LSM dan oknum Jurnalis, pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu legalitasnya di Kesbangpol.

Baca: Pengancam Pembunuhan Kades Tlogorejo Ngaku dari LSM GJL, Riyanta: Dia Bukan Anggota

“Apabila pelaku ini ternyata tidak mempunyai legalitas tersebut, maka akan kami juncto-kan juga dengan pasal 228 KUHP tentang menggunakan jabatan palsu,” imbuhnya.

Izzudin mengaku akan terus mengawal kasus ini sampai selesai. Dengan pengawalan yang maksimal, dirinya yakin pelaku segera ditetapkan sebagai tersnagka dan dilakulan penahanan.

“Ini agar pelaku memiliki efek jera dan menyadari bahwa tindakannya adalah tindakan yang salah,” tutupnya.

 

Reporter: Cholis Anwar
Editor: Supriyadi

Comments
Loading...